Bertengkar dengan Kekasihnya, Duda Tiga Anak Ditemukan Tewas Gantung Diri di Barak Baamang

Sejumlah anggota kepolisian nampak melihat rumah tempat korban melakukan bunuh diri (Ist)

kontenkalteng.com,Sampit-Artikel ini bukan untuk menginspirasi siapapun untuk melakukan bunuh diri. Namun bila Anda merasakan pemikiran untuk melakukan bunuh diri, mohon segera konsultasikan masalah Anda dengan psikolog, psikiater atau klinik kesehatan   

Baca juga: Polisi Pastikan Pemuda 28 Tahun Tewas di Jalan Murjani Murni Bunuh Diri

Warga Kelurahan Baamang Tengah, Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), digegerkan dengan penemuan jasad seorang pria di sebuah barak di Jalan Walter Condrat, Gang Ria Mentaya. Pria berinisial MA (41) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dengan cara gantung diri, Senin (29/9).

Penemuan itu berawal dari bau menyengat yang keluar dari kamar barak tempat korban tinggal. Warga yang curiga kemudian melapor, hingga akhirnya jasad pria tersebut ditemukan tergantung dengan kain gorden yang terikat di pintu kamar. Kejadian ini sontak menimbulkan kehebohan, terlebih korban diketahui baru beberapa hari menempati barak empat pintu tersebut.

Usut punya usut, MA sempat terlibat pertengkaran dengan seorang wanita berinisial E (35) yang disebut sebagai kekasihnya. E mengaku sempat diusir dari barak oleh korban sebelum akhirnya mendapat telepon berisi ancaman bunuh diri.

“Dia sempat usir saya keluar, saya jalan kaki pulang. Tidak lama kemudian dia telepon lagi, minta saya balik, sambil bilang mau bunuh diri,” ungkap E.

Wanita tersebut menuturkan, dirinya tidak mengetahui banyak tentang latar belakang MA. Ia hanya tahu korban berasal dari Palangka Raya, berstatus duda, dan memiliki tiga orang anak. 

“Saya tidak tahu banyak soal dia, yang jelas katanya duda punya tiga anak,” tambahnya.

Informasi dari warga sekitar menyebutkan, MA mulai tinggal di barak itu sejak Selasa (23/9) dengan membayar uang muka Rp100 ribu. Selama menetap di sana, korban jarang bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Polisi yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad ke RSUD dr Murjani Sampit. Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut. (DV-OR1)