Petugas pada saat mengevakuasi ODGJ ke RSJ Kalawa Atei. FOTO: IST
kontenkalteng.com,Palangka Raya-Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Penyelamatan Diskarmat Kota Palangka Raya, Kalteng, Sucipto, mengusulkasn agar Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya memiliki Rumah Sakit Jiwa (RSJ) sendiri. Hal ini mengingat semakin meningkatnya kasus orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dikota ini.
Baca juga: Menyusuri Sungai Katingan ,Gubernur Kunjungi 700 Korban Banjir Terisolir Di Pedalaman Katingan
Perlunya pembangunan RSJ tingkat kota mengingat kasus ODGJ terus meningkat. Bahkan, beberapa ODGJ ditemukan tanpa identitas dan dilepas dari wilayah lain. Bahkan dalam beberapa kasus, komunikasi dengan ODGJ masih memungkinkan, namun di lain waktu menjadi sangat membahayakan," terangnya, Sabtu (4/10/2025).
“Ini menjadi dilema bagi kita semua. Diperlukan lahan yang memadai untuk tempat perawatan, dengan prosedur yang tidak terlalu rumit. Bahkan, bila perlu bisa menggabungkan pengobatan medis modern dan pendekatan kultural atau spiritual,”terangnya.
Dia juga menjelaskan, pada Sabtu (4/10/2025) petugas melakukan evakuasi seorang pria dengan gangguan jiwa (ODGJ) berinisial SRY kembali i dievakuasi ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Kalawa Atei oleh tim gabungan,"terangnya.
Evakuasi dilakukan setelah sejumlah laporan warga yang merasa resah dengan perilaku agresif yang bersangkutan di sejumlah kawasan kota Palangka Raya.
Proses evakuasi melibatkan berbagai pihak, antara lain Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat), Babinsa, Lurah Palangka beserta perangkat kelurahan, Ketua RW dan RT setempat, Dinas Sosial, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
"Yang bersangkutan kerap membuat keresahan. Pernah melempari rumah warga di Jalan Rungan dan Jalan Tinggang, bahkan memukul ibu-ibu secara tiba-tiba di kawasan Bukit Keminting. Ia juga pernah membakar pondok dan membawa senjata tajam jenis pisau dapur yang diselipkan di pinggang," jelasnya, Sabtu (4/10/2025).
Selain itu, menurut laporan warga, pria tersebut juga sering membawa korek api gas, yang dikhawatirkan dapat memicu tindakan berbahaya. Ia disebut sering berkeliaran di pemukiman dan tempat usaha warga, bahkan pernah masuk ke sebuah rental mobil dan mengancam karyawan di dalamnya.
Warga merasa cemas karena ODGJ tersebut kembali menunjukkan perilaku agresif dalam satu bulan terakhir, seperti melempar kaca rumah di kawasan Jalan Rungan. Kondisi ini memunculkan desakan agar pemerintah kota memiliki solusi permanen dalam penanganan ODGJ yang kambuhan. (OR1)