Bupati Kotim Halikinnor saat memastikan air bersih di rumah warga
kontenkalteng.com,Sampit - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotim berhasil mengatasi permasalahan kekurangan air bersih di wilayah selatan, khususnya di Kecamatan Mentaya Hilir Selatan (MHS) dan Kecamatan Teluk Sampit dengan menyalurkan air bersih kepada 310 warga.
Baca juga: PDAM Tirta Barito Optimalkan Ketersedian Air Bersih
Bupati Kotim, Halikinnor, menyatakan penyaluran air bersih ini merupakan bentuk komitmen Pemkab Kotim dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
"Pemasangan sambungan rumah (SR) ini merupakan bukti nyata komitmen kami untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat," kata, Halikinnor, Minggu 8 September 2024.
Halikinnor menjelaskan bahwa pada tahun 2023, melalui APBD Kabupaten Kotim, telah terbangun sebanyak 310 sambungan rumah di wilayah Kecamatan MHS dan Teluk Sampit, hususnya di Desa Sei Ijum Raya dan Desa Parebok.
"Ini merupakan langkah nyata untuk mengatasi permasalahan kekurangan air bersih yang sering terjadi di wilayah selatan saat musim kemarau," jelas Halikinnor saat meresmikan SR PDAM untuk kedua kecamatan tersebut di Desa Sei Ijum.
Diungkapkan, selama ini menjadi permasalahan yang berkepanjangan, yaitu saat musim kemarau, maka air di wilayah tersebut berubah menjadi asin karena tercemar air laut bahkan air sumur pun bisa terkena. Sehingga tidak bisa digunakan. Karena selama ini juga warga setempat masih menggunakan air hujan untuk masak dan minum dan air sungai untuk mandi dan mencuci.
" Nah kita bersyukur sekali mudah-mudahan nanti semuanya termasuk Pulau Hanaut bisa kita pasang," ujar Halikinnor dengan semangat.
Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang Dan Pertanahan Kotim, Rafiq Riswandi, menjelaskan bahwa pelaksanaan peresmian dan penyerahan sambungan rumah ini berdasarkan dokumen pelaksanaan anggaran DPA satuan kerja perangkat daerah Dinas Cipta Karya Tata Ruang Dan Pertanahan Kotim tahun anggaran 2024.
"Pekerjaan jaminan pelanggan penerima sambungan rumah SR SPAM senilai Rp145.750.000," ungkap Rafiq.
Ia menambahkan bahwa sebanyak 310 SR di dua kecamatan tersebut, di mana 227 SR di Desa Parebok dan 83 SR di Desa Sei Jum.
"Di tahun 2024 ini juga akan ada lagi SR sebanyak 220 untuk sejumlah desa yang ada di wilayah selatan tersebut. Itu sudah dilakukan pendataan, tetapi kondisi masih belum berfungsi,"
Lanjutnya, itu memerlukan penggantian jaringan pipa dan meteran sebelum diserah terima. Ditargetkan tahun 2024 ini sudah selesai semua dan berfungsi.
"Dengan selesainya penyaluran air bersih ini, diharapkan dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah selatan Kotim," harapnya.(OR1)