Wakil Ketua I Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Ruselita.
PALANGKA RAYA - Wakil Ketua I Komisi C DPRD Palangka Raya, Ruselita mengatakan, jika permasalahan kasus gagal ginjal akut pada anak harus mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Baca juga: Kasus Gagal Ginjal Akut Masih Belum Ditemukan di Palangkaraya
Pasalnya beberapa waktu yang lalu di Indonesia ditemukan telah terjadi dua kasus gagal ginjal pada anak.
"Harus ada kerjasama antar pemerintah dan masyarakat untuk menangani gagal ginjal akut pada anak ini," katanya, Selasa (14/2/2023).
Dirinya menyarankan, agar instansi terkait dalam jajaran Pemerintah Kota Palangka Raya untuk melakukan sosialisasi kepada para ibu yang tidak terjangkau informasi media sosial.
"Mungkin dalam hal ini masih ada masyarakat, terutama para ibu yang tidak terjangkau informasi media sosial. Nah instansi terkait harus lebih kencang mensosialisasikannya," ucapnya.
Lebih lanjut Politisi Partai Perindo ini mengaku khawatir, jika obat yang telah dilarang beredar oleh pemerintah masih dijual di apotek atau toko obat.
Pasalnya, kasus gagal ginjal ini biasanya tidak terdeteksi begitu saja, maka dari itu sebagai orang tua perlu pegawasan terhadap obat-obatan yang akan di konsumsi anak-anak.
"Sebab, masyarakat yang belum tahu bisa saja langsung mengkonsumsi obat itu karena tersedia di apotek dan toko obat. Jadi ini perlu untuk pemerintah lebih gencar lagi sosialisasi dan pengawasannya," pungkasnya.(RJG/OR2)