Kepala Bidang Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho.
Baca juga: Kasus Covid-19 Sempat Melonjak Awal Februari, BOR di Kalteng Masih terkendali
"Dinkes melalui puskesmas berupaya memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat yang terdampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)," kata Kepala Bidang Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinkes Kotim, Nugroho Kuncoro Yudho, Senin, (02/10/2023).
Lanjutnya, setiap Puskesmas telah diupayakan memiliki ruangan khusus oksigen beberapa bulan yang lalu. Sehingga jika ada masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan seperti Infeksi Pernapasan Atas (ISPA) dan Asma dapat ditangani segera dan secara gratis.
"Kami telah siapkan di puskesmas ruangan khusus keperluan oksigen. Oksigen ini gratis dalam upaya menanggulangi bencana kabut asap di Kotim," ucapnya.
Bahkan, pihaknya juga membagikan masker kesehatan sebanyak 2 ribu lembar di wilayah Kota Sampit. Hal itu mengingat kondisi Kotim yang memiliki kualitas udara berbahaya.
Ini juga terlihat dari kasus penderita ISPA di Kotim selama periode minggu ke-39 tahun 2023 atau minggu ke-4 September 2023 tercatat 888 kasus. Angka tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan minggu ke-38 atau ke-3 September yaitu 819 kasus.
"Oleh sebab itu kami membagikan masker kesehatan secara gratis di tiga lokasi yaitu simpang Sudirman - Sawit Raya, simpang A. Yani - H.M. Arsyad dan simpang SMK-1 - SMA-3 Sampit. Kami imbau masyarakat saat beraktivitas di luar rumah menggunakan masker. Dan jika mengalami gangguan kesehatan bisa langsung berobat di Puskesmas terdekat," imbuhnya. (Sur/OR1)