Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim.
kontenkalteng.com, Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M. Norkim mendorong warga untuk mengelola sampah rumah tangga menjadi produk yang bernilai ekonomi.
Baca juga: DLH Diminta Belajar Kelola Sampah Bernilai Ekonomis
“Paradigma masyarakat terhadap sampah harus berubah. Sampah bukan lagi sekadar sesuatu yang dibuang, melainkan bisa diolah kembali menjadi produk bermanfaat dan memiliki nilai jual,” katanya, Rabu (1/10).
Dia mengungkapkan, masyarakat dapat memanfaatkan sampah plastik menjadi produk kreatif seperti tas belanja, serta menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan pengelolaan sampah yang tepat, sampah tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Peran aktif masyarakat sangat dibutuhkan agar sampah bisa menjadi sumber daya ekonomi. Dengan begitu, Kelurahan Kalampangan dapat menjaga lingkungan yang sehat sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar,” ucapnya.
Arif menegaskan, pemerintah kota juga perlu mendukung dengan memberikan pelatihan dan pendampingan bagi warga, terutama di tingkat RT dan kelurahan. Hal ini penting agar masyarakat memiliki keterampilan dalam mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.
Ia menilai, upaya pengolahan sampah akan lebih efektif jika dibarengi dengan terbentuknya kelompok-kelompok masyarakat, yang bisa menjadi wadah untuk mengembangkan kreativitas sekaligus memperkuat kerja sama antarwarga.
“Kalau hanya individu yang bergerak, hasilnya tidak akan optimal. Tapi kalau dilakukan secara kolektif, hasilnya bisa lebih besar dan mampu membuka peluang usaha baru,” ujarnya.
Selain itu, ujar Arif, DPRD juga mendorong agar dinas terkait menyediakan fasilitas pendukung seperti bank sampah maupun tempat pengumpulan sampah terpilah. Dengan cara ini, alur pengelolaan sampah dapat berjalan lebih teratur.
Dia menambahkan, kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah harus ditanamkan sejak dini.
"Saya rasa pendidikan lingkungan, sebaiknya dimasukkan ke dalam kegiatan sekolah maupun komunitas agar generasi muda lebih peduli terhadap lingkungan," pungkasnya.(SUR/OR1)