Jumlah Hotspot di Kalteng Capai 616 Titik, Gubernur Minta Bupati Segera Tetapkan Status Siaga Karhutla

Ilustrasi (unsplash)

kontenkalteng.com, Palangka Raya - Dari data hotspot BRIN yang dipantau Posko Krisis Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) Kalteng, jumlah titik panas (hotspot) mencapai 616 titik dan tersebar di 13 kabupaten dan kota se- Kalteng, periode Januari hingga Mei 2023.

Baca juga: Siapkan Rp 83 Miliar,Kalteng segera Umumkan Status Siaga Karhutla

Untuk itu Gubernur Kalteng Sugianto Sabran minta agar bupati segera menetapkan status siaga karhutla diwilayahnya.

Hal itu dikatakan Ahmad Toyib, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng, Jumat (12/5/2023).

"Melihat kondisi ini Gubernur Kalteng sudah mengirimkan surat kepada bupati untuk bersiap menghadapi Karhutla termasuk menetapkan status Siaga Karhutla jika dipandang perlu," Paparnya.

Wagub Kalteng Edy Paratowo saat pimpin Rakor Penetapan status siaga darurat Karhutla Kaltang 2023, Jumat (12/5/2023)

Saat ini kata dia kejadian karhutla di Kalteng yang dilaporkan ada 87 terjadi dan tersebar di 10 kabupaten.

Parahnya lagi kata dia, pada bulan April 2023 jumlah hotspot dan kejadian karhutla mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai 220 hotspot dan 16 kali  kejadian karhutla.

"Sedangkan untuk bulan Mei 2023 sudah terdapat 58 hotspot dan kejadian karhutla ada 5 kali, " Ujarnya.

Toyib juga menyebutkan,  saat ini sudah ada 3 kabupaten yang telah menetapkan status siaga  Karhutla , yaitu Kabupaten Sukamara, Barito Selatan dan Kota Palangka Raya.(dhan/OR2)