TPID Kalteng Harus Jaga Inflasi di Kalteng Jelang Lebaran 1444 H

Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng yang juga Sekda Kalteng, Nuryakin

Palangka Raya-Menjelang Hari Raya Idulfitri 1444 H, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kalteng bersama Satgas Pangan diminta tetap rutin melakukan pengecekan di pasar-pasar untuk mengendalikan inflasi.

Baca juga: TPID Kalteng Bersama Satgas Pangan Pantau Stok Pasokan dan Harga di Sampit

Penegasan itu dikatakan Ketua Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kalteng Nuryakin,  saat rapat evaluasi terhadap rilis Badan Pusat Statistik (BPS) terkait inflasi bulan Maret 2023, Kantor Gubernur Kalteng, Rabu (5/4/2023).

“Saya berharap adanya sinergisitas dan kolaborasi semua pihak agar inflasi di Kalteng tetap terjaga. Kita harus komitmen penuh untuk menangani inflasi ini, jangan sampai inflasi kita melonjak lagi seperti sebelumnya,” kata Sekda Kalteng itu.

Dijelaskannya, berdasarkan laporan TPID Kota Palangka Raya komoditas cabai rawit menjadi penyumbang inflasi di Kota Palangka Raya, sedangkan untuk beras dan daging sapi, kita bekerjasama dengan daerah lain. "Untuk beras, kita sudah bekerja sama dengan Kabupaten Tapin dan daging sapi kita sudah bekerja sama dengan Jawa Timur," jelasnya.

Sekda menambahkan, TPID Kota Palangka Raya telah mengeluarkan Perda cadangan beras.

"Kita juga mendapatkan beras subsidi sebanyak 52.800 ton dari Pusat Beras CBP untuk 70.000 keluarga pra-sejahtera, bekerjasama dengan Bulog," bebernya.

Sekda  juga mengungkapkan harga tiket angkutan udara juga menjadi penyumbang inflasi.

"Hal itu disebabkan rute Palangka Raya-Surabaya yang sulit, namun pihak maskapai mengantisipasinya dengan menambah jumlah flight. Sedangkan di Sampit, harga tiket pesawat yang mahal menjadi kendalanya," terang Sekda. (Sur-OR1)