Gagal Panen Akibat 118 Hektare Ladang Petani di Kalampangan Kebanjiran

Ladang petani di Kelurahan Kalampangan yang terendam banjir (dok. MMC Palangkaraya)

PALANGKARAYA - Banjir yang terjadi hampir dua pekan di Palangkaraya, Kalteng tak hanya merendam rumah dan juga prasarana lainnya rusak, tapi juga membuat ladang milik petani tak bisa dipanen.

Baca juga: Takut Rugi Akibat Banjir, Petani di Palangkaraya Panen Sayur Lebih Cepat

Di Kelurahan Kelampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, sedikitnya ada 118 hektare ladang milik petani yang terendam banjir.

“Banjir setidaknya menyebabkan sekitar 118 hektar ladang milik para petani terendam air. Akibatnya para petani ini mengalami kerugian besar,” kata Lurah Kalampangan Yunita Martina Senin (28/11/2022).

Kondisi ini kata dia,  tentunya sangat memprihatinkan. Gagal panen ini sudah ketiga kalinya dialami para petani Kalampangan di tahun ini. Semoga ada solusi dari permasalahan ini.

Sementara itu Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Palangka Raya, Emi Abriyani mengatakan, ketinggian debit air yang menggenangi sejumlah daerah saat ini telah mengalami penurunan rata-rata 3-7 cm.

“Hanya saja dari hasil pemantauan tim kami di lapangan masih ada wilayah yang ketinggian airnya masih bertahan seperti di Kelurahan Kameloh Baru dan Bereng Bengkel,” kata Emi, Senin (28/11/2022).

Karena beberapa wilayah saat ini telah mengalami penurunan debit air, rata-rata pengungsi yang ada di kelurahan-kelurahan memilih kembali ketempat tinggalnya masing-masing.

“Jadi hanya tinggal beberapa posko yang masih ada pengungsinya. Seperti pada Posko KNPI, kemudian Kameloh Baru, dan Kelurahan Marang. Untuk pengungsi di posko-posko lainnya sudah memilih untuk kembali ke rumah masing-masing,” tutur Emi.(Sur- OR2)