Harga Ayam Potong di Pasar Palangka Raya Stabil, Pedagang Mengaku ‘Panen Cuan’

Seorang pedagang ayam potong di Pasar Rajawali, Palangka Raya, nampak sedang melayani pelanggannya yang membeli ayam potong, Kamis (6/11/2025). Saat ini harga ayam potong masih stabil dikisaran Rp 36 ribu per Kg. (Foto:kontenkalteng.com)

kontenkalteng.com,Palangka Raya-Harga ayam potong yang dijual pedagang di sejumlah pasar tradisional di Palangka Raya, Kalteng, seperti Pasar Kahayan dan Pasar Rajawali terpantau stabil di harga Rp 36 ribu per Kg.

Baca juga: Sepekan Jelang Ramadan, Harga Ayam Potong di Palangka Raya Merangkak Naik

Padahal sebelumnya, harganya sempat naik hingga Rp 39 ribu per kg. Pedagang mengaku bersyukur dengan tak adanya lonjakan harga ini sehingga mereka bisa meraih keuntungan yang lumayan besar.

Dari pantauan wartawan kontenkalteng.com di Pasar Rajawali Palangka Raya, Kamis (5/11/2025), sejumlah pedagang mengaku bisa menjual secara maksimal barang dagangan mereka.

Selain itu mereka juga mengaku mendapatkan keuntungan dengan masih stabilnya harga ini.

Noor Hasanah (53) seorang pedagang ayam mengaku dalam sehari bisa menjual sekitar 10-30 kg ayam potong dengan harga Rp 36 ribu per Kg.

“Kalau harga stabil, biasanya pelanggan, terutama penjual sayuran keliling dan pemilik warung makan nasi kuning  akan membeli dalam jumlah banyak. Namun sebaliknya, bila harga mahal, mereka akan membeli dengan jumlah sedikit,”ujarnya.

Hal yang sama dikatakan Rianti (30), seorang pedagang ayam lainnya. Dia mengatakan telah memiliki pelanggan tetap yang membeli ayam potongnya dalam jumlah banyak untuk kemudian digiling untuk menjadi pentol bakso dan dijual kembali.

“Saya berharap harga akan tetap stabil hingga menjelang perayaan Natal dan tahun baru mendatang. Sebab biasanya menjelang perayaan hari besar keagamaan harganya akan melonjak tajam,”kata Rianti.

Adi Darma (40) penjual sayuran keliling yang ditemui saat membeli ayam meminta, sebaiknya pemerintah terus menjaga agar harga ayam tidak melonjak terutama menjelang hari besar keagamaan.

“Sebab kalau hal itu terjadi (harga naik), kami penjual eceran yang terkena dampaknya, yakni pelanggan akan mengurangi pembelian sehingga keuntungan kami juga berkurang,”pungkasnya.  

Penulis : Deviana

Editor : Heriyanto