Penampakan buaya yang menghebohkan warga. (Foto: Ist)
Kontenkalteng.com, Sampit – Suasana di bantaran Sei Ijum, Desa Samuda Kecil, Kecamatan Mentaya Hilir Selatan, sempat menegang ketika warga mendekati seekor buaya yang muncul di tepian sungai, Sabtu (25/4/2026).
Baca juga: Buaya 3 Meter Berhasil Ditangkap Usai Terperangkap Jaring Ikan Nelayan
Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, predator itu mendadak membuka mulut saat diusik, memunculkan potensi bahaya bagi siapa pun yang berada terlalu dekat.
Salah seorang warga, Masniah, membenarkan kemunculan buaya tersebut.
Dia menyebut, kejadian seperti itu bukan hal baru di wilayah mereka, tetapi tetap menimbulkan kekhawatiran karena lokasinya berdekatan dengan aktivitas harian masyarakat.
”Memang benar ada buaya di Sei Ijum, di wilayah Samuda Kecil,” katanya.
Video yang beredar memperlihatkan buaya berukuran cukup besar berada di pinggir sungai, di area yang dikelilingi semak dan perkebunan kelapa sawit.
Dalam rekaman itu, tampak beberapa warga mendekat dan mencoba mengusik satwa liar tersebut.
Tindakan itu memicu reaksi buaya yang langsung membuka mulutnya, sehingga menimbulkan potensi bahaya jika terus didekati.
Warga diingatkan untuk tidak melakukan aksi serupa yang dapat memancing agresivitas hewan tersebut.
Masniah menuturkan, wilayah Samuda memang dikenal sebagai habitat buaya, terutama di sekitar Sungai Mentaya dan anak-anak sungainya, termasuk Sei Ijum.
”Di daerah sini memang sering ada buaya, apalagi di aliran Sungai Mentaya,” ujarnya.
Sehari-hari, masyarakat masih beraktivitas di sekitar sungai, mulai dari mandi, mencuci, hingga mencari ikan.
Kondisi ini membuat risiko pertemuan dengan buaya cukup tinggi jika kemunculan hewan tersebut semakin sering terjadi.
Hingga kini belum ada laporan warga yang menjadi korban akibat kejadian itu. Meski begitu, masyarakat mulai meningkatkan kewaspadaan, terutama dalam mengawasi anak-anak yang bermain di sekitar bantaran sungai.
Warga berharap ada langkah pemantauan dari pihak terkait untuk mengantisipasi potensi konflik antara manusia dan satwa liar di kawasan tersebut.
Penulis : Deviana
Editor : Gunawan