Ilustrasi (Foto : Ashwini Chaudhary on Unsplash)
Minyak goreng dalam kemasan harganya melonjak tajam. Pedagang berkilah naiknya harga minyak ini karena harga beli mereka dari distributor juga naik. Tak hanya minyak, harga kebutuhan lain juga merambat naik seperti ayam hingga telor.
Baca juga: Tindak Lanjut Soal Harga Minyak Goreng, Komisi II DPRD Kotim Kunjungi Pabrik Pengolahan
Dari pantaun di Pasar Kahayan, Jalan Mendawai Palangka Raya, Minggu (31/10/2021) para pedagang mengatakan kenaikan harga minyak dalam kemasan sudah terjadi sejak sepekan ini.
Mardiah (45) pedagang sembako mengatakan, saat ini harga minyak goreng kemasan 5 liter mengalami kenaikan cukup tinggi dari semula Rp 75 ribu saat ini naik menjadi Rp 85 ribu . Kemudian untuk kemasan 2 liter dari Rp 29 ribu menjadi Rp 35 ribu dan kemasan 1 liter dari Rp 17 ribu menjadi Rp 20 ribu.
Minyak goreng kemasan yang harga meningkat tajam(dok. kontenkalteng.com)
“Kenaikan harga ini karena kami membelinya dari distributor juga sudah naik jadi kami tinggal menyesuaikan harganya,”ujarnya.
Tak hanya minyak goreng, harga dading ayam potong juga mengalami kenaikan dari semula Rp 40 ribu per kg naik menjadi Rp 45 ribu per kg. Kemudian telor ras juga naik dari Rp. 15 ribu per kg jadi Rp. 20 ribu per kg.
Terjadinya kenaikan harga tentu saja membuat para pembeli menjerit, terutama ibu rumah tangga. Hal ini mengingat sebentar lagi akan dekat perayaan Natal yang tentunya kebutuahn akan bahan pokok meningakat seperti telur, minyak dan daging.
Windarti (30) warga jalan Rajawali Palangka Raya mengatakan mulai naiknya harga kebutuhan ini akan menjadi beban tersendiri apalagi saat ini mendekati perayaan keagamaan yang tentunya permintaan semakin meningkat.
“Semoga kenaikan ini bisa diantisipasi pemerintah agar tidak semakin tak kendali. Karena jelas kalau harga tinggi dan permintaan banyak dikuatirkan harga semakin tak terkendali,”ujarnya.