Awan hitam pekat nampak menggayut ditas Kota Sampit, Kabupaten Kotim, Kamis (6/11/2025) sebelum hujan dan angin ribut terjadi diwilyah tersebut (Foto; dok Norjani/IST)
kontenkalteng.com,Sampit-Hujan deras yang disertai angin kencang, Kamis (6/11/2025) di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalteng, selain merusak fasilitas umum juga menyebabkan Jalan negara Trans Kalimantan yang menghubungkan Palangka Raya-Sampit sempat tersendat.
Baca juga: Sepekan Mendatang Kalteng Akan Guyur Hujan Angin, Warga Diminta Waspada
Peristiwa angin kencang itu terekam dalam video amatir warga di kawasan Jalan Tjilik Riwut, Desa Pelantaran.
Dalam rekaman terlihat potongan genteng dan material atap beterbangan dari sebuah minimarket akibat kuatnya hembusan angin.
“Betul, kejadiannya di simpang Parenggean,” ujar Camat Cempaga Hulu, Gusti Mukafi, saat dikonfirmasi wartawan, Kamis (6/11/2025).
Sementara itu ditempat berbeda, tepatnya di ruas Jalan Tjilik Riwut Desa Luwuk Bunter, Kecamatan Cempaga, sebuah pohon besar tumbang dan melintang di tengah jalan.
Akibatnya Jalan negara yang menghubungkan Sampit dan Palangka Raya sempat tidak bisa dilalui kendaraan selama beberapa waktu.
“Pohon roboh menutup jalan, kendaraan belum bisa lewat,” ujar seorang pengendara yang sempat mengabadikan kondisi tersebut dalam video amatir.
Norjani (37) warga seorang warga Sampit yang dihubungi mengatakan, hujan deras yang terjadi di Sampit kali ini memang deras dan disertai angin kencang.
“Bahkan dilokasi rumah saya di daerah Baamang, sejumlah atap rumah warga juga rusak. Namun untungnya tak ada korban jiwa,”ujarnya.
Terpisah, prakirawan BMKG Stasiun Haji Asan Sampit, Rizaldo Raditya P, menjelaskan, situasi cuaca saat ini tergolong tidak stabil dan dapat memicu terjadinya gangguan cuaca di sejumlah wilayah.
“Masih terdapat potensi cuaca buruk hingga tiga hari ke depan karena masih ada fenomena global yang aktif yang memengaruhi curah hujan di Kotim,” terangnya, Kamis (6/11/2025).
Penulis; Deviana
Editor; Heriyanto