Ilustrasi (web)
kontenkalteng.com, Palangka Raya-Dari data Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya, Kalteng, jumlah anak penderita tengkes (stunting) mulai berkurang. Dari awalnya ada 21 anak berisiko tangkes, kini jumlahnya berkurang dan tersisa 15 anak lagi.
Baca juga: Warga Binaan Dipindahkan di Tiga UPT Pemasyarakatan Palangka Raya
“Berkurangnya anak berisiko stunting ini karena setiap bulan dilakukan kunjungan sekaligus pemberian sembako,” kata Camat Bukit Batu, Hendrikus Satriya Budi Hendrikus, Rabu (1/11/2023).
Caranya, kata dia dengan diberikan makanan tambahan yang bergizi, sehingga secara berangsur-angsur kondisi tumbuh kembang si anak makin baik
Kasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Kecamaan Bukit Batu, Yuliati Ningsih menambahkan berhasilnya program ini tidak lepas dari dukungan dari jajaran Puskesmas Tangkiling, Polsek, Koramil, Lurah, penyuluh KB, kader Pendamping Keluarga dan semua tim yang sudah membantu. (OR1)
“Saat ini tim Gerbek Si Tajam terus melakukan pemantauan terhadap ke 15 anak tersebut dan diharapkan dalam beberapa bulan ke depan kondisinya makin membaik,”tuturnya.(OR1)