Polres Kotim dan Dinkes Kawal Ketat Keamanan Bahan Makanan Program MBG

Pengecekan bahan pangan MBG oleh Sidokes Polres Kotim dan Dinkes, Kamis, 7 Mei 2026. (Foto :Ist)

Sampit, Kontenkalteng.com – Dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG Polri Kotim 01 Baamang kini berada dalam pengawasan berlapis. 

Baca juga: Kawal Ketat BBM Subsidi, Pertamina Catat Nopol Kendaraan dan Scan QR Code

Setiap bahan makanan yang masuk tak hanya ditakar nilai gizinya, tetapi juga diperiksa ketat keamanannya oleh Polres Kotawaringin Timur melalui Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokes) bersama Dinas Kesehatan dan Puskesmas Baamang II.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasi Dokes Ipda Warsito menyebutkan, pengecekan dilakukan untuk memastikan seluruh bahan yang akan diolah dan disajikan dalam program MBG memenuhi standar keamanan, higienitas, dan kelayakan konsumsi.

Langkah preventif ini dimaksudkan untuk menghindari risiko kontaminasi maupun keracunan makanan yang dapat mengancam kesehatan anak-anak penerima manfaat.

”Kami melakukan pengecekan secara teliti untuk memastikan bahan makanan memenuhi standar keamanan dan kebersihan. Ini upaya preventif agar makanan yang disajikan benar-benar aman bagi penerima manfaat program MBG,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Kolaborasi Sidokes Polres Kotim, Dinas Kesehatan, dan Puskesmas Baamang II dirancang sebagai pengawasan berlapis terhadap proses pengelolaan hingga penyajian makanan.

Tenaga kesehatan memastikan kandungan gizi terpenuhi sesuai standar, sementara Sidokes mengawasi seluruh tahapan pengolahan di SPPG Polri agar berjalan mengikuti prosedur operasional standar (SOP) kesehatan.

Warsito menegaskan komitmen Polres Kotim untuk menyukseskan program MBG yang menjadi salah satu program nasional dalam mendukung terwujudnya generasi emas Indonesia.

Keamanan pangan disebut tidak boleh dinegosiasikan ketika menyangkut pelayanan gizi bagi anak.

”Ini program Bapak Presiden RI untuk generasi emas. Makanan bergizi harus aman. Sidokes bersama Dinkes dan Puskesmas wajib kawal ketat. Tidak boleh ada celah untuk makanan tidak layak. Kesehatan anak-anak prioritas utama,” tegasnya.

Harapan ke depan, pengawasan ketat dan sinergi lintas instansi tersebut mampu memastikan program MBG di Kabupaten Kotawaringin Timur berjalan lancar serta memberi manfaat optimal bagi pertumbuhan dan kesehatan anak-anak.

Program ini sekaligus dipandang sebagai investasi jangka panjang untuk menyiapkan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.

Penulis : Surya 

Editor   : Gunawan