Tim rescue damkar Kota Palangka Raya pada saat mengevakuasi ODGJ, Senin (11/8/2025) kemarin.
kontenkalteng.com,Palangka Raya-Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Diskarmat) Kota Palangka Raya mengevakuasi seorang pria dengan gangguan kejiwaan (ODGJ) kambuhan, Senin (11/8/2025) kemarin.
Baca juga: Pria Diduga ODGJ Rusak Pintu Kafe dan Sepeda Motor Milik Warga
Pria yang beralamatkan di Jalan Mendawai tersebut dilaporkan kembali menunjukkan perilaku yang membahayakan setelah beberapa waktu tidak meminum obat.
Laporan disampaikan langsung oleh ketua RT atas keluhan warga dan keluarga yang merasa tidak aman dan nyaman.
“Kami mendapat laporan dari ketua RT, kemudian bergerak cepat mengevakuasi yang bersangkutan,” ungkap Kepala Seksi Pengendalian Operasi dan Penyelamatan Diskarmat Palangka Raya, Sucipto, Selasa (12/8/2025).
Setelah proses evakuasi, pria tersebut dibawa ke Yayasan Pemulihan ODGJ di Jalan Mahir Mahar, masuk ke Jalan Sinar Kahayan dan Jalan Robeca. Namun, kapasitas untuk pasien laki-laki di yayasan itu saat ini penuh.
“Hanya bisa menerima pasien baru jika ada yang sudah sembuh dan dipulangkan keluarganya. Untuk pasien perempuan, ruang masih tersedia,” jelas Sucipto.
Ia menambahkan, Palangka Raya membutuhkan lebih banyak fasilitas serupa karena jumlah ODGJ terus bertambah.
Tak hanya dari warga setempat, beberapa di antaranya bahkan datang dari luar daerah, termasuk kasus ODGJ tanpa identitas yang diduga sengaja dilepaskan di kota ini.
Menurut pengalaman tim, kambuhnya ODGJ kerap dipicu oleh berbagai faktor: tidak rutin mengonsumsi obat, menolak pengobatan, mengonsumsi makanan atau minuman terlarang, kurang tidur, stres, hingga minimnya pengawasan keluarga.
“Ini sudah menjadi tantangan sosial yang semakin besar. Penanganan ODGJ perlu perhatian semua pihak, termasuk penyediaan tempat perawatan yang memadai,” tegasnya.
Sucipto mengimbau masyarakat untuk aktif memantau anggota keluarga yang memiliki riwayat gangguan kejiwaan.
“Pastikan mereka disiplin berobat dan berada di lingkungan yang aman untuk mendukung pemulihan,” tutupnya. (OR1)