Ilustrasi bunuh diri (Foto:kontenkalteng.com)
kontenkalteng.com,Sampit-Disclaimer:Artikel ini kami terbitkan bukanlah ditujukan untuk menginspirasi kepada siapapun untuk melakukan tindakan serupa. Tapi kalaupun ada diantara pembaca ada yang merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.
Baca juga: ASN Seruyan Ditemukan Tewas Gantung Diri di Palangka Raya
Warga Perumahan Wengga Metropolitan (WMP), Kecamatan Baamang, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), digemparkan dengan penemuan seorang pria berinisial AP (50) yang tewas gantung diri di rumahnya, Minggu (5/10) sore.
Dalam video yang beredar di media sosial, terlihat kondisi rumah korban dalam keadaan berantakan. Beberapa bagian lantai dan keramik tampak sudah dicongkel. Korban ditemukan tergantung di area dapur rumahnya dengan tali jemuran berwarna biru.
Kapolsek Baamang, AKP Mochammad Romadon, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan korban pertama kali ditemukan oleh Saiful Bahriandyah bersama Desy Hartati yang datang ke rumah untuk memeriksa kondisi korban.
“Korban ditemukan sekitar pukul 15.47 WIB dalam posisi tergantung di bagian dapur rumah menggunakan tali jemuran berwarna biru,” ujarnya, Senin (6/10).
Menurut keterangan saksi, keduanya datang setelah melakukan ruqyah dan merasa perlu memeriksa keadaan rumah korban. Saat tiba di lokasi, Saiful masuk lebih dulu dan mendapati korban sudah tidak bernyawa.
“Korban tergantung dengan tali yang diikatkan pada plafon kayu di dapur. Saksi kemudian melapor ke pihak keluarga dan Polsek Baamang,” jelasnya.
Petugas yang datang ke lokasi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jenazah ke RSUD dr Murjani Sampit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Dari hasil penyelidikan sementara, diketahui korban tinggal seorang diri di rumah setelah terjadi permasalahan dengan istrinya. Diduga korban nekat mengakhiri hidupnya karena ketakutan setelah dilaporkan oleh pihak keluarga istrinya terkait dugaan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).
“Menurut keterangan dari keluarga pihak istri, korban diduga melakukan bunuh diri karena merasa takut setelah dilaporkan atas dugaan KDRT,” terang Romadon. (DV-OR1)