Terjun Bebas, Harga Daging Ayam di Palangka Raya Saat Ramadan Semakin Murah

Ilustrasi pedagang ayam potong di pasar Palangka Raya (foto:kontenkalteng.com)

Palangka Raya- Memasuki pertengahan Bulan Suci Ramadan, harga daging ayam di Palangka Raya, Kalteng semakin turun.

Baca juga: Gelar Pangan Murah Pasar Mitra Tani/Toko Tani Indonesia Centre  Berkah Diresmikan 

Fenomena ini sangat berbeda bila dibandingkan saat puasa tahun-tahun  sebelumnya yang harganya cenderung semakin naik saat mendekati lebaran.

Saat ini harga daging ayam ditingkat pengecer mencapai Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu perkilogram (Kg), padahal sepekan sebelum ramadan lalu  harga masih kisaran Rp 38 ribu hingga Rp 42 ribu per kilogram.

Sarmini, pedagang daging ayam eceran dibilangan Jalan Rajawali Palangka Raya mengaku turunnya harga ini sudah terjadi sejak dua hari lalu.

Sebelumnya harganya mencapai Rp 38 ribu perkilogram saat ini turun drastis jadi Rp 25-30 ribu perkilogram.

Dia juga mengatakan, dari informasi yang diterimanya, saat ini di Palangka Raya akan memasuki musim panen ayam, sementara di Kalsel yang merupakan pemasok ayam untuk Kalteng sudah terlebih dahulu panen.

“Hingga saat ini stok daging ayam sangat melimpah. Akibatnya mereka menjual dengan harga murah,”terangnya.

Dia berharap harga ini akan semakin murah saat menjelang Lebaran. Sebab bila semakin mahal maka dia sebagai pedagang juga akan mendapatkan imbasnya.

“Kami bukan semakin untung tapi justru sebaliknya. Ini karena bila harga mahal maka pembeli akan mengurangi pembelian, akibatnya  omzet kami juga ikut turun dan berkurang,”ujarnya.

Senada dikatakan  Adi, pemilik warung sayur di Jalan Tjilik Riwut Km 10 menuturkan murahnya harga daging ayam ini karena para peternak di Palangka Raya sedang panen.

“Kalau ayam utuh satu ekor cuma Rp25 ribu sekilo,” sebut Adi, Rabu (5/4/2023).

Dia memastikan kondisi ini akan berlangsung hingga beberapa hari ke depan dan menjelang Idulfitri diperkirakan akan naik, karena meningkatnya permintaan untuk lebaran.

Kabid Perdagangan pada Dinas Perdagangan, Koperasi, UKM dan Perindustrian Kota Palangka Raya, Hadriansyah menyebut hingga Maret ini beras masih menjadi penyumbang tertinggi inflasi, sementara komoditas lainnya stabil.

“Kami terus  memantau perkembangan harga di pasaran guna memastikan stoknya cukup hingga lebaran nanti,”katanya. (Dhan-OR2)