Petugas saat memadamkan karhutla di Petak Katimpun
Palangka Raya- Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo menyebutkan, pada awal tahun 2023 ini, telah terjadi 34 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jumlah titik panas (hotspot) mencapai 114 titik , terbanyak terjadi di Kabupaten Katingan, Sukamara, dan Kapuas.
Baca juga: Jumlah Hotspot di Kalteng Capai 616 Titik, Gubernur Minta Bupati Segera Tetapkan Status Siaga Karhutla
Hal itu dikatakan Edy Pratowo saat Rakorsus bersama Menko Polhukam Mahfud MD Jumat (20/1/2023).
"Di Kabupaten Kotawaringin Timur setidaknya telah terjadi 10 kejadian karhutla dengan 11 titik hotspot," ungkapnya.
Langkah yang dilakukan Kalteng untuk antisipasi karhutla pada Tahun 2023 antara lain dengan penyediaan anggaran, menyiapkan personel dan peralatan serta pos komando.
"Kami mohon dukungan Pemerintah Pusat dalam operasi pemadaman melalui udara dengan Helikopter Waterbombing dan Helikopter Patroli, operasi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC), operasional melalui Dana Siap Pakai (DSP),”paparnya.
IWagub Kalteng H. Edy Pratowo hadiri Rakorsus Karhutla Tahun 2023 (foto: MMC Kalteng)
Selain itu juga dibutuhkan tempat penampung air portable (flexible tank) sebanyak 28 unit untuk didistribusikan pada wilayah-wilayah prioritas rawan karhutla.
Dia juga memaparkan, pada Tahun 2022 lalu telah terjadi 382 kejadian karhutla dengan total 3.061 titik hotspot.
"Kejadian karhutla tertinggi terjadi di Kabupaten Barito Utara dengan 530 titik hotspot dan 193 kali kejadian. Lima kabupaten rawan karhutla antara lain: Barito Utara, Katingan, Murung Raya, Seruyan dan Lamandau," katanya.(Dhan-OR1)