Kepala Divisi Relasi Media dan Opinion Maker Bank Indonesia Syachman Perdymer (kanan) dan Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng Pramudya Wicaksana (kiri) saat wartawan dari Kalteng yang berkunjung ke Depatemen Komunikasi BI (Dok. kontenkalteng.com)
Ada empat tantangan yang harus dihadapi Bank Indonesia di era digital yakni ketidakpastian ekonomi global dan domestik, literasi gap, isu kelembagaan Bank Indonesia dan tuntutan transparasi dan perkembangan tehnologi digital.
Baca juga: Wagub Kalteng : UMKM Memiliki Peran Strategis Dalam Pembangunan Nasional
Hal itu diungkapkan Kepala Divisi Relasi Media dan Opinion Maker Bank Indonesia Syachman Perdymer kepada sejumlah wartawan dari Kalimantan Tengah yang berkunjung ke Depatemen Komunikasi BI , Rabu (7/9/2022).
Menurut Syachman, dengan tantangan itu pihaknya terus melakukan terobosan dan melakukan yang terbaik untuk menjawab tantangan itu, salah satunya memberikan pemahaman sedemikian rupa agar masyarakat memahami apa yang Bank Indonesia jelaskan.
“Misalnya masyarakat di era digital ini menginginkan transparasi, kita akan berusaha memberikan keterangan setransparan mungkin agar masyarakat mengerti dengan bahasa yang bisa mudah dipahami.”jelas dia.
Dan Departemen Komunikasi BI selalu berupaya mencari bahasa yang mudah dipahami oleh publik. Dengan begitu, publik ataupun masyarakat bisa memahami kebijakan-kebijakan yang diterbitkan oleh Bank Indonesia, tuturnya.
"Kami sudah sangat konsen dengan isu-isu terkait Bank Indonesia. Respon dan keingitahuan masyarakat terhadap kebijakan yang dikeluarkan BI pun sekarang ini semakin tinggi. Itu bisa dilihat dari pembaca ataupun penonton dan pemberi komentar ketika kami menayangkan hal-hal yang berkaitan dengan BI," kata Syachman.
Sementara itu, Deputi Kepala Perwakilan BI Kalteng Pramudya Wicaksana menyampaikan, diselenggarakannya FKM tahun 2022 terhadap 25 media ini, merupakan salah satu cara pihaknya meningkatkan pemberian informasi terhadap masyarakat terkait arah dan kebijakan yang telah dan akan dibuat oleh Bank Sentral Indonesia.
"Para wartawan yang kami ajak mengikuti FKM ini biasanya melakukan peliputan di Bank Indonesia Kalteng dan merupakan perpanjangan tangan Bank Indonesia dalam menyampaikan informasi kepada publik," kata Pramudya.
Dalam FKM ini, BI Kalteng terlebih dahulu mengajak 25 wartawan berkunjung ke Museum Indonesia. Kunjungan ini sebagai upaya meningkatkan pemahaman para wartawan terkait sejarah Bank Sentral Indonesia, tugas pokok dan fungsi BI, serta sejarah alat tukar di Indonesia dari masa ke masa.(OR1)