Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Tantawi Jauhari.
kontenkalteng.com, Palangka Raya - Anggota Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Tantawi Jauhari mengingatkan pentingnya inovasi yang terukur dalam mengoptimalkan pengelolaan sektor perikanan yang ada di daerah ini.
Baca juga: ASN Dinas Kelautan Perikanan Kalteng Komitmen Tuntaskan Program Tahun 2022
"Potensi perikanan kita bagus, jadi tinggal ini didorong saja supaya pemanfaatannya memiliki nilai lebih, baik untuk masyarakat dan mendorong perekonomian daerah," katanya, Jumat (8/8).
Dia mengungkapkan, pemerintah kota harus mencermati sektor ini dengan sebaik mungkin, mengingat wilayah Kota Palangka Raya menyimpan potensi perikanan yang cukup menjanjikan dan bisa saja menjadi dapat dikatakan besar salah satu pilar utama perekonomian daerah.
Secara geografis wilayah Palangka Raya memiliki sungai, danau dan rawa yang tersebar di lima kecamatan, dimana lingkungan yang demikian menyimpan banyak potensi perikanan. Karena itu pemberdayaan nelayan dan pembudi daya ikan oleh pemerintah kota sangat penting guna mengoptimalkan potensi tersebut.
"Nelayan-nelayan kita ini perlu apa, pembudidaya perlu apa, itu yang bisa dibantu pemerintah supaya usaha-usaha mereka bisa dikembangkan," ucapnya.
Politikus Partai Gerindra ini mengapresiasi langkah tegas Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Perikanan yang terus mengoptimalkan pengawasan aktivitas illegal fishing. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga sumber daya perikanan di perairan Kota Palangka Raya agar tetap lestari dan menjadi sumber penghasilan bagi warga lokal.
"Pengelolaan perikanan ini banyak yang perlu diperhatikan, salah satunya menjamin habitat yang di sungai dan danau tetap terjaga. Jadi pengawasan harus dilakukan secara berkelanjutan," ujarnya.
Selain itu, Tantawi juga menekankan pentingnya dukungan terhadap pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) berbasis perikanan, seperti pengolahan ikan asap, pembuatan abon ikan, hingga pengemasan produk olahan perikanan.
Dia juga mendorong agar pemerintah kota melibatkan generasi muda dalam pengembangan sektor perikanan dengan memberikan pelatihan dan akses permodalan. Inovasi teknologi perikanan berbasis digital dan ramah lingkungan, menurutnya, bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda untuk ikut terjun di sektor ini.
“Kita harus melihat sektor perikanan ini sebagai peluang besar, bukan hanya dari segi produksi, tetapi juga dari sisi edukasi, pelatihan, dan pemanfaatan teknologi. Kalau dikelola serius, ini bisa menjadi penopang ekonomi daerah,” pungkasnya. (SUR/OR1)