Gubernur Kalteng Agustiar Sabran Perkuat Sinergi dengan Jurnalis Untuk Pembangunan Daerah

Gubernur Kalteng H Agustiar Sabran saat berdiskusi dengan wartawan

kontenkalteng.com , Palangka Raya – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Agustiar Sabran menggelar pertemuan silaturahmi dengan organisasi wartawan se-Kalteng di Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur, Selasa (14/10/2025). Acara ini dihadiri sekitar 160 wartawan dari berbagai organisasi untuk membahas tantangan pembangunan daerah, efisiensi anggaran, dan sinergi dengan media dalam menyampaikan informasi pemerintah.

Baca juga: UCI MTB Eliminator World Cup 2022, Sejumlah Pembalap Sepeda Nasional Dijadwalkan Tiba di Palangka Raya

Dalam sambutannya, Gubernur Agustiar Sabran menekankan pentingnya silaturahmi sebagai kewajiban, bukan hanya sebagai gubernur, melainkan sebagai bentuk hubungan antar-teman. "Silaturahmi ini saya bangun sejak lama untuk membangun Kalteng. Tidak mungkin dilakukan sendirian, butuh mitra seperti bapak-ibu wartawan. Satu teman terlalu sedikit, seribu musuh terlalu banyak," tuturnya.

Ia juga berbagi pengalaman selama delapan bulan menjabat, di mana pemerintahan menghadapi suka duka, termasuk birokrasi yang rumit yang sering memicu masalah.

Gubernur menyampaikan capaian efisiensi anggaran, di mana Rancangan APBD 2026 turun dari Rp 10,2 triliun menjadi Rp 8,3 triliun pada 2025, dan diproyeksikan Rp 7,3-5,3 triliun tahun depan akibat penurunan transfer dana pusat. "Kita harus mengetatkan program, tapi tetap optimis jalankan prioritas seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur," katanya.

Ia juga mengingatkan kasus korupsi hibah di daerah lain yang sering diawasi KPK, dan menekankan prioritas hibah fisik daripada uang tunai untuk menghindari penyalahgunaan.

Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Prov. Kalteng Leonard S. Ampung, menambahkan bahwa penurunan anggaran ini memerlukan kolaborasi pusat daerah untuk program prioritas seperti Kartu Huma Betang Sejahtera, yang sedang direview dan disesuaikan dengan kondisi keuangan.

Program ini akan dimulai dari pedesaan ke perkotaan, mencakup pendidikan (satu rumah satu sarjana), kesehatan, serta sinkronisasi dengan program prioritas nasional seperti MBG, Koperasi Merah Putih, dan Cetak Sawah, ujarnya.(SUR/OR1)