Legislatior Palangka Raya ini Siap Inisiasi PORDI Usai Domino Resmi Jadi Cabor

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Arif M Norkim.

kontenkalteng.com , Palangka Raya - Anggota DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Arif M Norkim siap mengusulkan pembentukkan kepengurusan Perkumpulan Olahraga Domino Indonesia (PORDI), setelah resminya permainan domino menjadi cabang olahraga baru.

Baca juga: Hadapi Porwanas XIII 2022, PWI Kalteng Terus Lakukan Persiapan

"Saya siap menginisiasi kepengurusan PORDI, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Kita ingin Kalimantan Tengah ikut ambil bagian dalam pembinaan atlet-atlet domino kedepan," katanya, Selasa (8/7).

Dia mengungkapkan, domino bukan sekadar permainan, tapi bagian dari budaya yang bisa dikembangkan menjadi olahraga yang akan banyak diminati warga.

Untuk itu, kehadiran organisasi resmi domino nantinya akan menjadi ruang baru bagi warga untuk menyalurkan bakat sekaligus menjaga tradisi permainan rakyat.

"Permainan domino ini kan sudah ada sejak dulu. Bahkan dulu waktu menjaga pos siskamling agar tidak mengantuk, sambil main domino dengan hukuman yang beragam," ucapnya.

Dalam forum tersebut, ujar Arif, nantinya dapat menjadi wadah bagi penggemar permainan domino untuk mengembangkan kemampuan mereka sehingga bisa menjadi pemain terbaik.

Dia meyakini, permainan domino dapat menjadi cabang olahraga yang mampu meningkatkan kemampuan berfikir seseorang yang akan berdampak pada pengambilan keputusan seseorang.

"Karena kan nanti di organisasi itu para pemain bisa saling berdiskusi untuk meningkatkan kemampuan mereka. Misalnya teknik seperti apa yang bagus atau sebagainya," ujarnya.

Arif berharap, setelah resmi diakui oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga dan mendapatkan legitimasi dari Majelis Ulama Indonesia, olahraga domino bisa segera dipertandingkan di berbagai event resmi, termasuk ajang olahraga daerah.

Dengan demikian, permainan domino tidak lagi mendapatkan stigma yang negatif, yang jauh dari aksi perjudian seperti yang selama ini menjadi pandangan warga.

“Kalau sudah ada legalitas, tinggal kita dorong masuk di agenda olahraga daerah. Saya optimis ini bisa jadi olahraga yang diminati masyarakat,” pungkasnya.(Sur/OR1)