Kepala Disbudpar Kotim bersama para peserta lomba baca puisi
Kontenkalteng - SAMPIT - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) mengapresiasi pelaksanaan lomba baca puisi dan gelar budaya yang diselenggarakan oleh Sanggar Sastra Religius Mentaya Estetika Sampit. Kegiatan tersebut merupakan program fasilitasi pemajuan kebudayaan.
Baca juga: Kadis Kominfosantik Kalteng Tutup Lomba Presenter Penyiaran, Lomba Melukis, Lomba Puisi dan Vector Tahun 2022
"Acara program fasilitas pemajuan kebudayaan ini dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi, melalui Balai Pemajuan Kebudayaan Wilayah XIII Kalimantan Tengah - Kalimantan Selatan, kami sangat mengapresiasi sekali," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kotim, Eka Bima Wardana, Minggu 26 Agustus 2024.
Itu ia ungkapkan saat dirinya mewakili Bupati Kotim Halikinnor saat menghadiri lomba baca puisi tingkat pelajar se-Kabupaten dan gelar budaya di Kelurahan Tanah Mas Kecamatan Baamang pada Sabtu (24 Agustus 2024). Kegiatan tersebut merupakan perpaduan kegiatan pendidikan dan budaya.
Disampaikan, baca puisi dan gelar budaya ini merupakan salah satu program fasilitas pemajuan kebudayaan dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset Dan Teknologi, Melalui Balai Pemajuan Kebudayaan Wilayah XIII Kalimantan Tengah - Kalimantan Selatan yang telah diberikan kepada Sanggar Sastra Religius Mentaya Estetika Sampit Bidang Seni Budaya Kelurahan Tanah Mas Kecamatan Baamang.
"Harapan kita kegiatan ini berkesinambungan dan perlu dukungan dari seluruh pihak serta dikembangkan keberadaannya setiap tahunnya," ujarnya.
Diungkapkan juga dalam lomba baca puisi tingkat pelajar se-Kabupaten Kotim itu adalah contoh kecil yang perlu mendapatkan perhatian khusus bagi desa ataupun kelurahan lainnya. Pasalnya, kegiatan ini selain mengandung pembelajaran budaya juga sebagai medium untuk mengekspresikan emosi, pemikiran, dan pengalaman pribadi.
Lanjutnya, penyair menggunakan kata-kata dengan cermat untuk menyampaikan nuansa perasaan yang mungkin sulit diungkapkan melalui bahasa sehari - hari. Selain membaca puisi, seseorang dituntut dapat menulis puisi untuk memproses pengalaman traumatis dan meningkatkan keberanian dan keyakinan diri serta dapat membantu seseorang meredakan stres dan mengatasi kecemasan.
"Semoga dalam acara baca puisi ini bisa menambah pengalaman baru di kalangan pelajar dan sebagai salah satu income Pemerintah Daerah Kabupaten Kotim, " harapnya. (DI/ OR2)