Banjir yang menggenangi desa Sei Ubar Mandiri, Kotim. (Foto: Ist)
Kontenkalteng.com, Sampit – Banjir kembali merendam permukiman warga di Kabupaten Kotawaringin Timur. Kali ini, genangan air terjadi di Desa Sei Ubar Mandiri, Kecamatan Cempaga Hulu, dengan dampak yang menjangkau ratusan warga.
Baca juga: 6.424 KK Terdampak Banjir di Kalteng, Sugianto Sabran Ambil Langkah Cepat Bantu Warga
Sedikitnya 120 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut. Air tidak hanya menggenangi rumah, tetapi juga meluap hingga menutup sebagian ruas jalan desa, menghambat aktivitas warga.
Kepala Pelaksana BPBD Kotim, Multazam, mengatakan ketinggian air bervariasi di tiap titik, namun di sejumlah lokasi sudah cukup mengganggu mobilitas.
“Air sudah masuk ke semua lingkungan RT. Ketinggiannya berkisar setengah meter lebih dan sudah sampai ke badan jalan, sehingga mobilitas warga mulai terhambat,” ujarnya, Kamis (23/4/2026).
Saat ini, Tim Reaksi Cepat BPBD masih berada di lapangan untuk melakukan pendataan lanjutan. Pendataan difokuskan pada jumlah warga terdampak serta kebutuhan mendesak selama banjir berlangsung.
Multazam menegaskan, banjir di desa tersebut bukan kejadian baru. Ia menilai diperlukan langkah penanganan yang lebih komprehensif agar kondisi serupa tidak terus berulang setiap tahun.
Selain merendam rumah, genangan air juga membuat sejumlah akses utama sulit dilintasi. Warga pun diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melintasi jalan yang tertutup air.
“Kami mengingatkan warga untuk lebih waspada, apalagi banyak jalur yang tergenang dan berisiko membahayakan,” katanya.
Ia menjelaskan, banjir kali ini dipicu oleh curah hujan tinggi dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut berbeda dari kejadian sebelumnya yang umumnya disebabkan kiriman air dari wilayah hulu.
“Tidak ada indikasi kiriman dari daerah atas. Ini lebih karena intensitas hujan lokal yang cukup tinggi dalam masa peralihan musim,” jelasnya.
Pemerintah daerah bersama aparat setempat terus berupaya membantu warga terdampak. Petugas BPBD juga disiagakan untuk memantau kondisi di lapangan sembari menunggu genangan air berangsur surut.
Penulis : Deviana
Editor : Gunawan