Pemkot Palangka Raya Diminta Bangun Gerai TPID Di Masing-Masing Kecamatan

Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Khemal Nasery.

kontenkalteng.com, Palangka Raya - Anggota Komisi B DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Khemal Nasery meminta Pemerintah Kota di daerah ini agar dapat membangun gerai Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di masing-masing kecamatan di Kota Palangka Raya.

"TPID memiliki peran penting dalam mengendalikan inflasi dan harga barang di tingkat lokal, maka dari itu perlu adanya peningkatan cakupan gerai TPID di Kota Palangka Raya," katanya, Selasa, 11 Juni 2024.

Dia menjelaskan, saat ini hanya terdapat tiga gerai TPID yang telah beroperasi di Kota Palangka Raya, yakni di Kecamatan Sebangau, Kecamatan Bukit Batu dan Kecamatan Jekan Raya.

Untuk itu dirinya berharap di 2024 ini Pemerintah Kota Palangka Raya dapat memprioritaskan pembangunan gerai TPID di Kecamatan Pahandut dan Kecamatan Rakumpit.

"Gerai TPID ini perlu di ekspansi ke seluruh kecamatan di Kota Palangka Raya guna memperluas jangkauan layanan dan pemantauan terhadap inflasi dan harga barang," ucapnya.

Lebih lanjut Khemal menilai, keberadaan gerai tim pengendali inflasi daerah ini berperan penting sebagai upaya preventif untuk mencegah terjadinya fluktuasi harga yang merugikan masyarakat.

Terlebih pada saat perayaan hari raya besar keagamaan kerap dibarengi dengan melonjaknya harga sembako yang menjadi keluhan masyarakat Kota Palangka Raya.

"Adanya gerai TPID yang tersebar di seluruh kecamatan, diharapkan informasi terkait harga barang dan langkah-langkah pengendalian inflasi dapat lebih mudah diakses oleh warga," ujarnya.

Untuk itu legislator dari fraksi Golkar ini meminta kepada gerai TPID yang ada di tiga kecamatan tersebut dapat aktif dalam melaporkan kondisi harga dan inflasi.

Hal tersebut dilakukan agar dapat menjadi dasar dan acuan bagi Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menentukan kebijakan, baik berupa operasi pasar, inspeksi mendadak dan sebagainya, ketika terjadi lonjakan harga.

"Semoga ini menjadi langkah awal Pemerintah Kota Palangka Raya dalam menjaga harga-harga bahan pokok di daerah ini agar dapat tetap stabil dan tidak menyusahkan masyarakat," pungkasnya. (Sur/OR1)
Baca juga: Cara Pemko Palangka Raya Stabilkan Harga Jelang Nataru