Perlu Upaya Konkret Dalam Menurunkan Angka Stunting

Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Debora Holdae Veronika Lesa.

kontenkalteng.com ,Palangka Raya - Anggota Komisi III DPRD Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Debora Holdae Veronika Lesa meminta agar ada langkah yang konkret dilakukan oleh pemerintah kota dalam menurunkan angka stunting di daerah ini, salah satunya secara terus menerus melakukan upaya pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Baca juga: Cegah Stunting Perbaiki Pola Makan, Asuh dan Sanitasi


"Upaya konkret yang harus terus dilakukan seperti pemerintan mengajak anak-anak di Kota Palangka Raya untuk menggalakkan gerakan makan telur bersama. Ini saya rasa suatu upaya yang harus terus digencarkan," katanya, Rabu, 6 November 2024.

Dia menjelaskan bahwa selama ini masyarakat perlu mendapat informasi dan edukasi terkait jenis makanan tambahan yang dapat membantu mencegah terjadinya stunting pada anak.

Dengan demikian, kedepan upaya pencegahan stunting dapat dilakukan mandiri oleh masyarakat dengan mengonsumsi makanan tambahan yang mudah dicari dan murah dibeli.

"Seperti telur ini kan sangat-sangat mudah dicari dan murah untuk dibeli. Sehingga pemerintah tinggal mengedukasi berapa minimal jumlah telur yang harus dikonsumsi oleh masyarakat untuk memaksimalkan pencegahan stunting," ucapnya.

Bahkan, lanjut Debora, pihaknya juga siap bersinergi bersama pemerintah kota untuk mengkaji berbagai program lain yang hendak dibuat untuk memaksimalkan penanganan stunting di Kota Palangka Raya.

Hal ini dilakukan agar kebijakan yang dibuat nantinya dapat benar-benar menyentuh masyarakat sehingga pencegahan stunting tidak menjadi sia-sia.

"Kami selaku dewan tentu akan selalu mendukung segala kebijakan yang memang berdampak positif untuk masyarakat, terlebih mencegah stunting ini untuk membentuk generasi emas 2045," ujarnya.

Politisi partai Demokrat ini juga menyarankan, selain membuat upaya pemenuhan gizi masyarakat, pemerintah juga diharapkan gencar melaksanakan seminar terkait dampak pernikahan dini kepada masyarakat.

Hal ini penting dilakukan sebab stunting kerap terjadi pada pasangan suami istri yang melakukan pernikahan dini, sebab sang ibu akan berebut gizi terhadap anak yang dikandungnya.

"Maka semakin tinggi prevalensi pernikahan dini di suatu daerah, maka prevalensi stunting juga akan semakin tinggi di daerah itu. Untuk itu kita harus bersama-sama gencar menangani stunting," pungkasnya.(Sur/OR2)