Plt. Sekda saat menghadiri Pisah Sambut Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya
Kontenkalteng - Palangka Raya - Plt. Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Tengah (Prov. Kalteng) H. M. Katma F Dirun mewakili Gubernur Kalteng menghadiri Pisah Sambut Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya, bertempat di Hotel Aquarius Palangka Raya, Jumat (11/10/2024).
Baca juga: Pj. Sekda Kalteng Harapkan Pilkada Serentak Berjalan Sukses
Mengawali sambutannya, Plt. Sekda H. M. Katma F Dirun saat membacakan sambutan tertulis Gubernur Kalteng menyampaikan atas nama Pemprov Kalteng serta masyarakat Kalteng menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Ketua Pengadilan Tinggi yang lama Sujatmiko, atas dedikasi dan pengabdian serta kontribusi bagi Kalteng, selama memimpin Pengadilan Tinggi Palangka Raya lebih dari setahun ini. “Teriring pula doa kami, semoga Bapak semakin sukses, khususnya dalam mengemban amanah baru menjadi Ketua Pengadilan Tinggi Denpasar di Provinsi Bali. Sehat selalu dan kami berharap tali silaturahmi kita akan terus terjalin”, tutur Plt. Sekda.
bagai informasi, Ketua Pengadilan Tinggi yang lama Sujatmiko dipercaya mengemban Kepala Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali.
Plt. Sekda juga mengucapkan selamat datang dan selamat bertugas kepada Hj. Diah Sulastri Dewi sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Palangka Raya yang baru. “Menjadi harapan kita bersama, di bawah kepemimpinan ibu ke depan, sinergi yang sudah terajut baik antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan Pengadilan Tinggi dapat terus diperkuat. Pengadilan Tinggi merupakan pilar penting dalam penegakan hukum, yang memiliki peran sangat strategis dalam mewujudkan keadilan bagi seluruh masyarakat”, ucapnya.
Pada kesempatan tersebut, Katma mengampaikan sekilas mengenai Prov. Kalteng yang merupakan provinsi terluas di Indonesia, dengan wilayah lebih dari 153 ribu kilometer persegi. Prov. Kalteng terdiri dari 13 kabupaten dan 1 kota, serta dikaruniai Sumber Daya Alam melimpah serta pesona alam dan seni budaya yang sangat luar biasa. Penduduk Kalteng berjumlah sekitar 2,78 juta jiwa, dan masyarakatnya juga sangat heterogen, yang terdiri dari beraneka ragam Suku, Agama, Ras, Adat, dan Budaya, namun tetap hidup berdampingan dengan rukun dan harmonis, dengan menjunjung tinggi Falsafah Huma Betang. (Sur/OR1)