Semangat Penas Petani dan Nelayan Sejalan Program Kalteng, Menciptakan Ketahanan Pangan

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah H. Edy Pratowo saat menghadiri secara langsung Pekan Nasional Petani dan Nelayan ke XVI

kontenkalteng.com , Padang - Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo menghadiri secara langsung Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan ke XVI di Pangkalan Udara Sutan Sjahrir, Kota Padang, Provinsi Sumatera Barat, Sabtu (10/6/2023).

Baca juga: 473 Orang Kontingen Kalteng Ikuti Pekan Nasional Petani Nelayan XVI Tahun 2023

Acara ini dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mewakili Presiden Republik Indonesia (RI) secara virtual.

Wagub mengatakan bahwa semangat PENAS Petani dan Nelayan Tahun 2023 sejalan dengan program Pemprov Kalteng, yakni menciptakan ketahanan pangan.

"Bapak Gubernur terus menggaungkan ini, agar masing-masing kabupaten dan kota memepersiapkan dengan baik dalam menciptakan ketahanan pangan, baik dari segi anggaran dan hal-hal teknis lainnya” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyebut Kalteng yang telah dipercayakan untuk menjalankan program strategis nasional food estate di Kabupaten Pulang Pisau dan Kapuas, harus dimaknai sebagai suatu peluang yang harus ditangkap dalam upaya mewujudkan kemandirian pangan.

Food Estate adalah suatu kepercayaan bagi kita dan harus dimaknai secara serius untuk mewujudkan ketahanan pangan di daerah dan lebih jauh agar food estate benar-benar berkontribusi bagi negara, sebagai lumbung pangan nasional”, pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan kita patut bangga kepada petani andalan menyelenggarakan Pekan Nasional ke XVI yang dihadiri oleh 28.000 petani dan nelayan dan petani hutan dari 37 provinsi di Indonesia serta dari stakeholders terkait dengan sektor pertanian, perikanan dan kehutanan.

Tema Pekan Nasional yang diusung adalah “Memantapkan Penguatan Potensi dan Posisi Tawar Komoditi Lokal Sangat Tepat Menghasilkan Pangan yang Beragam dari Dalan Negeri Utamanya Mengatasi Perubahan Iklim Global dan Ancaman Krisis Pangan Global dengan Memanfaatkan Potensi dan Kearifan Lokal”.

“Untuk memenuhi kebutuhan pangan nasional dengan tidak normal akibat Pandemi COVID-19, kita telah membuktikan bahwa Indonesia telah mampu menghasilkan pangan untuk kebutuhan sendiri”, tutur Airlangga.(Sur/OR2)