Dinkes Kotim saat melakukan pelatihan STIB
Kontenkalteng - SAMPIT–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam penggunaan aplikasi Sistem Informasi Tuberkulosis (SITB). Hal itu untuk optimalisasi pelaporan data TBC melalui sistem informasi utama/SITB terutama pelaporan dari klinik dan tempat praktik mandiri.
Baca juga: Meningkat, Jumlah Warga Palangkaraya Kena TBC mencapai 502 Orang
"Kami lakukan pelatihan terkait penggunaan aplikasi SITB untuk petugas kesehatan di Kotim. Kegiatan tersebut dilaksanakan dalam upaya meningkatkan kemampuan petugas dalam penggunaan aplikasi SITB, " kata Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Nugroho Kuncoro Yudho, Senin 26 Agustus 2024.
Pelatihan tersebut diikuti 20 orang peserta. Melibatkan 4 orang dari Dinkes 9 orang dari Puskesmas, 1 orang dari RS Samuda, 1 orang RS Parenggean, kemudian Klinik Polres 1 orang, Klinik Kesdim 1 orang, Klinik Lapas 1 orang, Klinik Obor 1 orang, dan Klinik Mustika Sembuluh 1 orang.
Disampaikan, dengan adanya pelatihan itu peserta dapat memanfaatkan aplikasi tersebut dalam pencatatan dan pelaporan program pencegahan dan pengendalian penyakit tuberkulosis.
"Kegiatan diikuti pengelola program dan tenaga kefarmasian di Puskesmas, rumah sakit dan klinik swasta se-Kotim," sebutnya.
Lanjutnya,aplikasi SITB telah ada dari tahun 2020 namun klinik maupun sebagian Puskesmas belum menggunakan sistem tersebut. Oleh sebab itu, kegiatan tersebut bertujuan untuk mentransfer pengetahuan mengenai SITB dan cara penggunaanya sehingga petugas mengenali fungsi dan fitur yang ada di aplikasi SITB serta memahami cara penggunaanya.
Selain itu, mentransfer pengetahuan mengenai SITB kepada petugas klinik dan tempat praktek mandiri, memperkenalkan fitur-fitur dan cara mengoperasikan SITB kepada petugas klinik dan tempat praktek mandiri serta memperbarui atau meng-update pengetahuan SITB pada petugas fasyankes/klinik yang telah/pernah mengoperasikan SITB sebelumnya.
"Ini juga dalam rangka optimalisasi pelaporan data TBC melalui sistem informasi utama/SITB terutama pelaporan dari klinik dan tempat praktik mandiri maka diperlukan adanya pelatihan SITB di tingkat Kabupaten Kotim untuk melatih klinik dan tempat prkatik mandiri untuk melakukan pelaporan dan pencatatan di SITB, " tutupnya. (DI/ OR2)