Aeng Tong-tong, Kampung Pengerajin Keris Terbanyak di Dunia

Ilustrasi keris asal Desa Aeng Tong-tong. (Foto: Dok. Kemenparekraf).

Bagi sebagian orang nama Desa Wisata Aeng Tong-tong sangat asing. Padahal desa ini adalah salah satu desa wisata terbaik di Jawa Timur Yang berada di Kecamatan Saronggi Kabupaten Sumenep.

Baca juga: Menantang Untuk Dijelajahi, Ini 10 Wisata Gua di Indonesia Nan Eksotis

Desa Wisata Aeng Tong-tong dikelilingi oleh berbagai sumber daya alam (SDA) yang melimpah, seperti sawah, ladang tembakau, ladang padi, kebun kelapa, perbukitan.

Namun bukan karena semua itu desa ini jadi terkenal. Desa Wisata Aeng Tong-tong merupakan desa wisata yang dikenal sebagai penghasil keris.

Hampir semua warganya adalah pembuat kerajinan keris.  Aktivitas masyarakat Desa Aeng Tong-tong membuat keris tidak bisa dilepaskan dari peninggalan para leluhur yang dulunya menjadi seorang Empu, pembuat keris.

Bahkan pada anak-anak sejak memasuki usia sekolah dasar (SD) cara dan Teknik pembuatan keris sudah diperkenalkan sejak dini. Dan membuat keras adalah mata pencaharian sebagian besar warga desa ini. 

Saat ini, seperti dilansir dari laman Kemenparekraf, ada ratusan Empu yang berprofesi sebagai pengrajin atau pembuat keris di Desa Aeng Tong-tong. 

Biasanya, keris yang dibuat di Desa Aeng Tong-tong digunakan untuk memenuhi kebutuhan pasar, pesanan pedagang, atau bahkan memenuhi para pesanan kolektor baik di dalam negeri atau mancanegara.

Ciri khas keris hasil Desa Aeng Tong-tong

Hasil keris buatan desa ini sangat berbeda dengan keris kebanyakan. Keris dari Desa Aeng Tong-tong ada pada garapan keris maupun warangka (sarung) yang halus dengan ukiran yang sangat indah. Namun siapa sangka, ternyata proses pembuatan produk kriya tersebut cukup panjang dan memakan waktu.

Setelah melewati tahapan membuat keris, biasanya pada Empu di Desa Aeng Tong-tong akan menghelat ritual pencucian keris dan ziarah makam leluhur Empu. Biasanya, ritual tersebut akan dilakukan bersama dengan pesta rakyat dan diramaikan dengan kesenian tradisional.

Tak heran jika keris dari Desa Aeng Tong-tong banyak diminati oleh masyarakat maupun penggemar keris di Indonesia dan luar negeri. Hebatnya lagi, keris dari Desa Aeng Tong-tong juga terpilih sebagai salah satu suvenir dalam side event Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20.(OR2)