Ilustrasi Berkemah di Pantai Batakan Baru (dok. kontenkaltenmg.com)
" Tak Ada tempat seperti dirumah, kecuali pantai". Kata-kata ini ini sering dilontarkan seorang teman yang memiliki hobby traveller. Baginya tak ada hari libur yang indah selain berlama-lama di pantai.
Baca juga: Menikmati Pantai Batakan Baru, Tempat Camping Murah yang ‘Instagramable’
Tak peduli pantai dimanapun, baginya pinggiran laut adalah rumah kedua yang akan selalu dirindukan saat suntuk mulai menyerang. Deburan ombak yang tiada henti adalah ‘lagu’ yang kadang kala mampu menyejukkan pikiran.
foto dok kontenkalteng.com
Ada waktu 1-2 hari libur, dia dan keluarganya tak akan pernah jauh- jauh dari pantai untuk sekedar camping (berkemah).
"Waktu yang terbuang di pantai adalah waktu yang dihabiskan dengan baik. Dan masalah hidup seperti ombak di tepi pantai. Ia akan datang, tapi pada saatnya ia akan pergi," ujarnya suatu ketika saat tengah menyiapkan perlengkapan campingnya kedalam mobil di Palangka Raya.
Tak terhitung sudah berapa banyak pantai yang dijelajahinya . Sebut saja pantai Asmara, pantai Batakan Baru, pantai Tangkisung hingga pantai Angsana di Kalimantan Selatan dan pantai Ujung Pandaran serta pantai Kubu di Kalteng adalah tempat favoritinya.
foto dok.kontenkalteng.com
Sebelum anda melakukan camping selama beberapa hari besarta keluarga di pantai ada sejumlah persiapan yang wajib dilakukan seperti :
1. Tentukan dulu berapa lama dan berapa orang yang akan ikut camping.
2. Persiapkan Tenda beserta frame dan pasak Matras, sleeping bag ( sesuai jumlah orang yang ikut )
3. Kompor lapangan/ kompor kecil beserta gas
4. Peralatan memasak: pisau, wajan, tempat nasi dan lainnya
5. Peralatan makan: gelas, piring, sendok, dan garpu, alat pemananggang .
6. Cukupi Cadangan makanan, minuman dan snack
7. Jangan lupa! Bawa sunblock, kacamata hitam hingga lotion anti nyamuk
8. Agar alam tetap indah dan asri jangan lupa membawa trash bag (tempat sampah)
9. Ingin lebih santai ditepi laut, jangan lupa Hammock (tempat tidur gantung)
"Tidak ada yang lebih indah daripada melihat kegigihan laut yang menolak berhenti mencumbui bibir pantai, meski berkali-kali harus menjauh terbawa arus."