Walikota Palangka Raya Fairid Naparin saat acara “Harmoni Budaya Nusantara, Gelar Seni Bersama Palangka Raya Kalteng – Kuta Selatan Bali” Senin (15/12/0225) (Foto: Diskominfo Palangka Raya).
kontenkalteng.com,Palangka Raya-Sejumlah penari muda menampilkan Tarian Adat Dayak Kalteng berkolaborasi dengan pertunjukan Tari Kecak Bali dalam acara “Harmoni Budaya Nusantara, Gelar Seni Bersama Palangka Raya Kalteng – Kuta Selatan Bali”.
Baca juga: 7 Festival Budaya Paling Ditunggu Mei 2023, Salah Satunya Festival Budaya Isen Mulang Kalteng
Kegiatan yang diadakan di Panggung Budaya Praharsacitta, Desa Ungasan, kawasan Pantai Melasti Ungasan, Kabupaten Badung, Bali, Senin (15/12/2025) tersebut menarik wisatawan baik lokal maupun mancanaegera yang terngah berkunjung ke pulau dewata.
Dalam pementasan tersebut, rombongan seni Kota Palangka Raya menampilkan sejumlah tarian khas Dayak Kalteng di antaranya Tarian Wadian Dadas dan Tarian Mandau Apang.
Pertunjukan kemudian dilanjutkan dengan penampilan lantunan etnik Karungut Dayak, disusul lagu Tatu Hiang dan Oh Palangkaraya.
Rangkaian acara ditutup dengan tarian Manasai yang melibatkan seluruh pementas dari Palangka Raya, penari Kecak, serta wisatawan. Mereka menari bersama secara melingkar, berputar perlahan mengelilingi area pertunjukan.
“Penampilan para penari muda di Pantai Melasti ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada mereka yang mengharumkan nama Kota Palangka Raya di kancah nasional,” kata Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, Selasa (16/12/2025).
Walikota yang didampingi didampingi Ketua TP PKK Palangka Raya, Avina Farid Naparin juga mengatakan, kehadiran tarian Dayak Kalteng di kawasan wisata Pantai Melasti juga menjadi sarana promosi seni dan budaya daerah ke pasar yang lebih luas.
“Mengingat pada seni pertunjukan Tari Kecak di Pantai Melasti ini disaksikan wisatawan mancanegara, maka penampilan penari muda bertalenta dari Palangka Raya ini sangat strategis untuk media promosi seni budaya kita secara langsung,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya pementasan tersebut sebagai motivasi bagi generasi muda untuk terus menjaga dan melestarikan adat serta budaya Dayak.
“Selain itu, pengembangan seni dan budaya dinilai memiliki dampak ekonomi jangka panjang,”ujarnya.
Penulis : Deviana
Editor : Heriyanto