Komunitas Biker Team Lanzee's 87 Banjarmasin (Foto Ist)
‘Usia boleh setengah abad, tapi jiwa muda harus tetap terawat’. Ungkapan ini sepertinya cocok disematkan untuk pencinta touring yang menamakan dirinya Komunitas Biker Team Lanzee's 87 Banjarmasin. Komunitas ini anggotanya adalah para alumni SMPN 1 Banjarmasin Angkatan 1987.
Baca juga: Polres Seruyan Gelar Silaturahmi damn Koordinasi Terkait Program Inovasi Sermasek Binjar
Usia mereka rata-rata sudah memasuki 50 tahun, namun jangan anggap remeh soal kehandalan para pria ini untuk mengendalikan kuda besi mereka saat melesat dijalan raya.
Uniknya, komunitas ini terbentuk dari kongkow-kongkow dan ternyata mereka memiliki kesamaan hobby yaitu jalan-jalan memakai sepeda motor. Kesamaan hobby ini bisa kembali merajut jalinan siraturahmi antar teman-teman satu SMP yang sudah lama terpisah.

“Cerita ini barawal sekitar bulan Juli Tahun 2017. Saat itu kami tengah kongkow-kongkow bersama teman-teman sesama alumni SMPN 1 Banjarmasin Angkatan 1987,”kata Satria Raydani salah leader Team Lanzee's 87, kepada KontenKalteng.com, Rabu (28/7/2021)
Saat itu kata Satria, dari cerita ngalor-ngidul ketika saat masih sekolah di SMPN 1 Banjarmasin, ternyata hampir semua teman-teman yang hadir itu memilki kesamaan hobby yakni mengendarai sepeda motor dan suka jalan-jalan menikmati alam.

Karena sudah klop akhirnya mereka sepakat untuk membentuk komunitas ini. Uniknya lagi karena semua adalah teman satu angkatan, jadi komunitas ini tidak punya ketua.
“ Maksudnya semua kita yang rencanakan dan kita kita juga yang menjalankannya. Jadi ramenya bareng-bareng,”ujarnya tersenyum.
Komunitas ini memiliki 20 anggota aktif. Ada sejumlah nama yang merupakan tim inti dari komunitas ini antara lain Agus, Zainal, Zain, Salafudin, Kastalani, Kelik dan H.Bani.
“Komunitas ini lahir dari berbagai macam perbedaan latar belakang, namun tetap menjunjung tinggi nilai persaudaraan,”ujar pria yang bekerja disektor pertambangan di Kalsel itu.

Sejumlah wilayah di provinsi yang kaya akan tambang batubara itu sudah menjadi ‘daerah jajahan’ mereka. Sebut saja Seputaran Gunung Mawar , Labirin, Mandiangin, Riam Kanan, Pantai Turki, Pantai Batakan, Pantai Takisung, Pantai Angsana dan Taman Permana .
“Kalau untuk wilayah Kalteng paling jauh kami baru sampai ke Kabupaten Kapuas. Pingin sih kita menjelajah wilayah Kalteng, tapi mungkin nanti setelah pandemi covid-19 ini berakhir kita akan atur jadwal lagi,”pungkas Satria.(Redaksi)