Menikmati Sensasi Melepas Anak Penyu Sisik di Pantai Tanjung Kaluang

Wisatawan Lokal saat melepas anak Penyu Sisik di Pantai Tanjung Kaluang (Foto Liputan 6 .com)

PANGKALAN BUN - Pantai Tanjung Keluang di Desa Kubu, Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalteng, adalah salah satu destinasi wisata yang jarang diketahui orang.

Baca juga: 5 Tempat Wisata yang Wajib Dikunjungi Saat Anda Ke Pangkalan Bun

Tanjung atau daratan  menjorok itu berada dibagian bawah provinsi Kalteng dan berada dipinggiran Laut Jawa.

Wilayah ini  mempunyai luas 2.500 kilometer persegi dan  hanya sekitar 2 jam perjalanan  melewati laut dari Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat. Di peta, wilayah ini berada di bagian bawah  Provinsi kalteng

Pagi itu  pemandu rombongan wisatawan, tampak telaten menerangkan mengenai penangkaran penyu sisik yang ditanganinya. Sesekali ia membongkar gundukan pasir berukuran 10 x 2,5 meter yang berada di lantai bangunan 4 x 6 meter itu.

foto Liputan 6.com 

Pasir di dalamnya ada telur penyu sisik yang siap untuk ditetaskan. Nantinya, bila sudah menetas, maka kita akan pindahkan ke bak penampungan.

Tak jauh dari gundukan pasir tampak tiga bak terbuat dari semen cor ukuran 2 x 3 meter yang di dalamnya berisi ratusan anak penyu sisik. Usianya 1-2 bulan dan  nanti ketika usia tiga bulan baru dilepaskan ke laut.

Untuk pengelolaannya, tanjung ini berada di bawah pengawasan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Bagi pelancong, tempat ini merupakan destinasi yang wajib dikunjungi. Selain berpasir putih bersih, kawasan penangkaran penyu sisik di Tanjung Keluang, Kotawaringin Barat, Kalteng, adalah lokasi ideal untuk snorkeling dan melihat matahari terbit. Utamanya, tempat ini adalah surganya para penyu sisik untuk berkembang biak.

 Di Tanjung Keluang, saat ini ada sekitar 300 ekor anak penyu sisik berusia satu bulan yang tengah dikembangbiakkan di penangkaran yang didirikan sejak tahun 2011.

Maya Rita, mengaku kagum dengan keindahan Tanjung Keluang mengundang. Wisatawan lokal yang juga warga Palangka Raya itu mengaku baru pertama kali mengunjungi lokasi ini.

"Saya bersama keluarga datang ingin mencoba sensasinya melepas penyu sisik dan melihat matahari terbit, tapi sayang karena habis hujan jadi melihat matahari terbitnya batal," ujarnya.

Karena itu, untuk mengobati karena tidak bisa melihat matahari terbit, ia pun mengajak keluarganya untuk melepaskan penyu ke laut.

"Cukup membayar Rp 35 ribu per ekor, keluarga saya senang melepas penyu ke laut. Hitung-hitungan ini wisata edukasi," tutur pegawai  di perusahaan swasta ini.(Redaksi)