Senjakala Angkutan Perahu Klotok ke Pedalaman Sungai Kapuas di Kalteng

H. Iril saat menunggu penumpang di Pelabuhan Pasar Danau Mare, Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalteng (foto:kontenkalteng.com)

kontenkalteng.com, Kuala Kapuas - Perahu klotok berukuran 10 meter x 2 meter berkapasitas 20 orang pagi itu  nampak terombang ambing akibat ombak Sungai Kapuas ketika bertambat dibibir dermaga Pasar Danau Mare, Kuala Kapuas, Kabupaten Kapuas, Kalteng.

Baca juga: Akhirnya Guru Pengajar di Pedalaman Daerah Aliran Sungai Palangka Raya Dibantu 5 Perahu Klotok

Pria uzur itu nampak tengah duduk terpekur diatas perahunya. Matanyanya awas mengamati pergerakan warga yang keluar-masuk pasar .

“Sekarang ini sepi penumpangnya. Hingga jam segini  saya belum menarik (membawa penumpang) satupun,”ujar pria yang oleh sesama motoris perahu klotok dipanggil dengan nama pak haji itu.

Parahu klotok saat menaikan penumpang dan barang di Pelabuhan Danau Mare, Kuala Kapuas,Kabupaten Kapuas (foto:kontenkateng.com)

Diakui pemilik nama lengkap Iril (70), bila kala itu, sekitar 20 tahun lalu dia bisa mengoperasikan 10 perahu klotok untuk angkutan penumpang dan barang ke pedalaman Sungai Kapuas, namun sekarang dia hanya tinggal memiliki 1 perahu klotok yang dioperasikannya sendiri.

“Sekarang ini untuk mencari uang Rp 100 ribu sehari saja sangat sulit karena sepinya penumpang,”ujar kakek pemilik 9 cucu itu.

Penyebab semua itu kata dia adalah karena akses jalan darat yang masuk kepedalaman Sungai Kapuas sudah mulai terbuka dan bisa dilewati mobil.

Kondisi ini mengakibatkan warga lebih memilih angkutan darat dibanding naik perahu klotok. 

Djelaskanya, sekarang ini angkutan penumpang dalam jarak dekat seperti ke Desa Kupang dengan waktu tempuh sekitar 30 menit dikenai tarif Rp 7.500 per orang.

Kemudian untuk ke Kecamatan Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau dikenai biaya Rp 50 ribu dengan waktu tempuh  2,5 jam  perjalanan dari Kota Kuala Kapuas.

“Saat ini yang bisa saya lakukan hanyalah bertahan saja karena kami tak punya keahlian lain selain dari pekerjaan ini, “kata Iril.

Mayuni (41) motoril perahu klotok jurusan Kuala Kapuas ke Kecamatan Bahaur, Kabupaten Pulang Pisau, Kalteng  mengaku, saat ini mereka tidak bisa setiap hari berangkat mengangkut penumpang dan barang.

Ini karena penumpangnya sedikit dan kapalnya ada banyak, maka pengaturan yang dilakukan secara bergiliran, yakni  kapal berangkat 2 hari sekali untuk kemudian digantikan dengan lainnya.

Aktivitas perahu klotok di Pasar Danau Mare, Kabupetan Kapuas (foto:kontenkalteng.com)

“Biasanya sekali berangkat kita mengangkut 10 penumpang dan juga barang-barang untuk dibawa keedalaman seperti sayur hingga kebutuhan rumah tangga lainnya,”

Seperti halnya Iril, Mahyuni mengaku tetap akan melakoni  perkerjaan yang sudah hampir 10 tahun dilakoninya.

“Kami hanya berharap agar angkutan seperti ini tidak dihapus Karena kita hidup dari sini,”ujarnya. (Dhan-OR2)