Wisata Air Hitam Sebangau, Antara Berkah dan Sejuta Asa

Warga di Tempat Wisata Air Hitam Sebangau Palangkaraya usai mencari ikan (dok.kontenkalteng.com)

Disiang nan terik itu Wandi (56), nampak sumringah usai menambatkan perahunya dipinggiran sungai dekat rumahnya dikawasan Taman Wisata Air Hitam Sebangau, Palangkaraya, Kalteng, Sabtu (29/10/2022).

Baca juga: Libur Lebaran, Kapal Wisata Susur Sungai Air Hitam Sebangau Kebanjiran Wisatawan

Bersama sang anak, pria berkulit legam itu kemudian mengangkat seember penuh berisi puluhan ikan hasil tangkapannya hari itu.

“Hari ini tidak sampai sore saya mencari ikan. Hasilnya juga lumayan, ada ikan kapar dan juga lele,” ujarnya terkekeh sembari menyeka peluh yang mengucur deras dari wajah tuanya.

Kapal dan Perahu yang siap mengantar wisatawan melihat wisata air hitam dan Taman Nasional Sebangau (foto.kontenkalteng.com)

Berjarak sekitar 11 km atau sekitar 30 menit perjalanan darat dari Palangkaraya, tempat wisata air hitam yang berlokasi di Kelurahan Kereng Bangkirai, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya, Kalteng wisata air hitam Sebangau kini jadi destinasi wisata baru.

Keberadaanya juga membawa berkah bagi warga desa yang berada disekitarnya.

Selain warga masih tetap bisa mencari ikan yang merupakan mata pencaharian mereka sebagai nelayan, tempat wisata ini juga memberikan hasil tambahan seperti berjualan hingga menyewakan kapal wisata untuk wisatawan lokal dan mancanegara.

Tak heran bila tempat wisata yang masuk dalam Kawasan Taman Nasional (TN) Sebangau itu menjadi tempat favorit untuk menghabiskan libur akhir pekan sembari melepas penat.

Arif (17) seorang pelajar di Palangkaraya mengatakan, dia dan teman-teman sekolahnya hampir tiap akhir pekan selalu datang ketempat wisata air hitam ini.

“Selain jaraknya yang dekat dengan rumah kami, tempat wisata ini juga tidak mahal dan sangat indah, ujarnya yang diaminin teman-temannya.

Pemandangan dari Menara Pandang (dok.kontenkalteng.com)

Pelajar SMAN 2 Palangkaraya itu mengaku sangat menyukai wisata air hitam karena disana ada menara pengawas yang tinggi sehingga bisa melihat secara keseluruhan, tuturnya.

Sementara itu Jamjami (37) motoris yang biasanya menyewakan perahu tempel untuk wisatawan mengatakan, biasanya wisatawan mancanegara lebih suka untuk masuk kedalam Taman Nasioal Sebangau dengan menggunakan kapal kecli bermuatan 4 orang termasuk guide.”ujarnya .

Untuk sekali perjalanan 1 hari kedalam taman nasional  para turis asing ini dipungut biaya Rp 750 ribu .

“Bisanya mereka suka melihat pohon-pohon didalam hutan juga binatang yang hidup disana termasuk pelepasliaran orangutan. Jadi nanti guide lokal yang akan memberikan penjelasannya,' tuturnya.

Badriah (37) wanita yang membuka warung di sekitar air sungai hitam mengatakan, semenjak adanya tempat wisata dia mengaku penghasilannya meningkat.

“Saya biasanya  menjual pentol dan juga makanan lain untuk para pengunjung. Selain itu saya juga menjual ikan wadi (ikan hasil fermentasi) hasil tangkapan suami. Lumayan untuk membantu biaya anak-anak sekolah,”ujarnya.

Di berharap agar pemerintah memberikan bantuan modal kepada warga yang berjualan agar dagangan mereka bisa bervariasi sehingga pengunjung betah berlama-lama di warungnya.

Namun dia mengaku semenjak pandemi Covid-19 yang membuat tempat wisata ditutup maka penghasilannya juga menurun drastis.

”Tapi sekarang ini kondisinya beranjak baik dan penghasilan kami juga meningkat,”katanya.

Sementara itu menurut Sam, pemilik kapal susur sungai lainnya mengatakan, saat ini para pemilik kapal sangat memerlukan  jaket pelampung (life jacket) untuk penumpang yang mereka bawa.

“Pelampung ini sangat penting karena menyangkut keselamatan penumpang yang kami bawa. Saat ini bantuan pelampung oleh pemerintah itu hanya 5 biji pertahun, padahal kapasitas kapal kita diatas 20 orang,”ujarnya.

Dia berharap agar pemerintah rutin membantu memberikan jaket pelampung ini mengingat biasanya wisatawan yang datang ini ada yang membawa anak kecil  dan  tentunya juga harus dijaga  keselamatannya,ujarnya.(Sur- OR1)