dialog BRGM dengan masyarakat dan pemerintah setempat di Talio Hulu, Kamis ,15/6/2023
kontenkalteng.com, Palangka Raya-Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM) melanjutkan pembangunan Demonstration Farm (Demfarm) Revitalisasi Gambut untuk Ketahanan Pangan dengan kegiatan Budidaya Padi pada Lahan Gambut Rawa Pasang Surut di Desa Talio Hulu, Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah.
Baca juga: Kabupaten Bartim Panen Padi Budidaya Tanaman Sehat
Sekretaris Badan Restorasi Gambut dan Mangrove, Ayu Dewi Utari, menjelaskan, pengembangan budidaya tanaman padi di lahan gambut pasang surut dapat dipertimbangkan untuk dijalankan.
Demfarm di Desa Talio Hulu Kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau, dapat menjadi model pengelolaan lahan gambut yang bijaksana.
“Demfarm ini menunjukkan kepada kita bahwa pemanfaatan lahan gambut untuk budidaya padi dapat dilakukan, akan tetapi membutuhkan input yang tinggi namun output panen yang lebih rendah daripada sawah di tanah mineral,”ujar Ayu saat dialog dengan masyarakat dan pemerintah setempat di Talio Hulu, Rabu (15/6/2023).
Lahan gambut di Kabupaten Pulang Pisau memiliki ketebalan kurang dari 3 meter. Kondisi tersebut mendukung pemanfaatan lahan gambut untuk sektor pertanian budidaya.
“Pada tahun pertama merebaknya pandemi Covid-19, banyak masyarakat yang terdampak perekonomiannya. Tidak terkecuali, masyarakat yang melakukan kegiatan pemanfaatan di ekosistem lahan gambu,”ujar Ayu Dewi Utari
Sementara itu Merty Ilona, Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalimantan Tengah.
Dikatakannya, Talio Hulu merupakan wilayah dengan lahan gambut yang dulunya sering terbakar. Saat ini dengan adanya program dari BRGM, katanya.
“Masyarakat telah memanfaatkan lahan untuk produksi, dengan begitu masyarakat juga ikut berupaya menjaga lahannya dari bahaya kebakaran,”ujarnya.(OR1)