Ilustrasi (pexels)
Palangka Raya - Seorang guru honor disalah satu sekolah di Palangka Raya, Kalteng berinisial FN (25) nyaris jadi korban pemerasan oleh seorang yang mengaku sebagai anggota TNi dan berdomisili di Bandung, Jawa Barat.
Baca juga: Gegara Video Call Sex, Janda Muda Diperas Anggota TNI Gadungan
Tak tanggung-tanggung, pria yang belakangan diketahui ternyata seorang TNI gadungan ini meminta uang kepada wanita tersebut sebesar Rp 10 Juta.
Kabid Humas Polda Kalteng, AKBP Erlan Munaji, S.I.K., M.Si mengatakan, kejadian berawal pada saat korban berkenalan bersama pelaku melakukan aplikasi biro jodoh.
Pada saat berkenalan, pelaku mengaku jika dirinya merupakan seorang anggota TNI yang berdomisili di Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat.
“Merasa ada kecocokan, hingga akhirnya komunikasi antara keduanya kian intens, sehingga korban bersama pelaku kemudian melakukan video call sex (VCS),”jelasnya, Senin (10/4/2023) sore.
Parahnya, ternyata tanpa sepengetahuan korban, pelaku merekam aksi syur korban pada saat melakukan VCS tersebut, ucapnya.
Kemudian, lanjut AKBP Erlan, pelaku mulai melancarkan aksinya dengan modus jika gawainya dirazia oleh Polisi Militer dan menemukan video syur korban, untuk memeras korban.
Pelaku menyebutkan jika agar kasus tersebut tidak dilanjutkan, pelaku meminta uang damai sebesar Rp 10 juta.
"Namun pada saat itu, korban bilang tidak punya uang, tetapi korban hanya punya kalung serta bersedia menjual kalung tersebut di pasar dan laku sebesar Rp 6 juta," ujarnya.
Beruntung, korban tak mengirimkan uang tersebut dan berkonsultasi ke Ketua Tim Virtual Police, Bidhumas Polda Kalteng, Ipda H. Shamsudin, S.HI., M.H.
Pada saat dilakukan pemeriksaan oleh pria yang kerap disapa Cak Sam tersebut, ternyata pria yang mengaku sebagai TNI hanyalah akal-akalan pelaku untuk meyakinkan korbannya.
Kemudian, pelaku diberikan pemahaman dan peringatan jika menyebarkan konten pornografi melanggar undang-undang ITE dan juga apabila melakukan pemerasan terhadap orang lain juga melanggar hukum pidana.
"Alhamdulillah sampai sekarang pelaku tidak jadi menyebarkan video tersebut dan mudah-mudahan ini sampai kapanpun tidak disebarkan. Karena kasihan juga korbannya sampai stress dan depresi karena diancam oleh pelaku akan disebarkan videonya yang lagi VCS," pungkasnya. (Dhan/OR2)