Kisah Haru Budiono, Buruh Bangunan Berhasil Hantarkan Sang Anak Lulus Masuk Polisi Setelah Berulangkali Gagal

Ilustrasi (merdeka.com)

kontenkalteng.com, Palangka Raya-Dia bernama Budiono. Pria ini usianya belum sampai paruh baya. Ia bekerja sebagai buruh bangunan di Palangka Raya, Kalteng.

Baca juga: Lahir Dari Cerita Legenda, 5 Destinasi Wisata Indonesia Ini Mendunia

Namun dengan kerterbatasan ekonomi, dia bersama sang istri, Misriati, berhasil menghantarkan cita-cita anak semata wayang bernama Nur Rahmat Teguh Hariono untuk menjadi seorang abdi negara.

Teguh demikian nama sehari-hari, dinyatakan lulus untuk menjadi seorang calon anggota polisi usai lolos pada seleksi Bintara Polri Tahun Anggaran 2023. Pemuda itu berhak mengikuti pendidikan dan pembentukan di SPN Polda Kalteng, pada bulan Februari 2024 mendatang

"Alhamdulillah saya bersyukur sekali, anak saya itu sudah tiga kali mencoba daftar polisi, akhirnya bisa lolos," katanya Budiono Kamis, 27 Juli 2023.

Budiono saat bekerja sehari-hari sebagai buruh bangunan di Palangka Raya 


Meski telah berkali-kali gagal lolos seleksi, namun hal tersebut tak mematahkan semangat Teguh untuk terus berusaha dan berlatih agar dapat menjadi anggota polisi.

"Banyak yang meremehkan kami baik  dari keluarga atau orang sekitar. Tetapi itu tidak saya tanggapi, saya juga bilang ke Teguh agar jadikan itu motivasi dan buktikan pada mereka kalau kita bisa," ucapnya.

Bahkan dengan pendapatan sang ayah yang hanya berkisar Rp 150 ribu perharinya, Budiono dan Misriati pun tak tanggung-tanggung dalam mendukung Teguh untuk menjadi polisi.

Keduanya nekat mengikutkan Teguh pada lembaga kursus privat, untuk meningkatkan kemampuan Teguh.

"Meskipun saya cuman kuli bangunan dan istri saya ini tukang bersih-bersih rumah kalau dipanggil, tapi kami bertekad mendukung apa yang menjadi impiannya," ujarnya.

Kegembiraan keduanya pun berlanjut, setelah selama proses seleksi hingga lolos menjadi polisi, keluarga sederhana ini tidak dipungut biaya sepeserpun.

"Artinya dengan keterbatasan saya dan istri yang bukan orang kaya, kami hanya orang miskin, tapi anak kami bisa lolos tanpa mengeluarkan uang," pungkasnya.(Dhan-OR2)