Wakil Ketua III DPRD Kalteng Faridawaty Darland Atjeh (Foto Ist)
Palangka Raya - Sistem tertutup dinilai merupakan kemunduran Bangsa Indonesia dalam berdemokrasi. Untuk itu Partai NasDem dukung sistim proporsional terbuka.
Baca juga: 11 Parpol di Kalteng Dapat Bantuan Keuangan Dengan Total Rp 5.8 Miliar
Penegasan itu dikatakan Ketua DPW Partai NasDem Kalteng Faridawati Darland Atjeh.
“Untuk sampai kepada tahap seperti ini melalui proses yang sangat panjang dan masa sosialisasi berat serta memakan biaya besar hingga masyarakat mengerti cara berdemokrasi yang benar juga cara memilih calon yang sesuai pilihannya,” ujarnya, Minggu (12/3/2023).
Ditegaskannya, dirinya tidak mendukung sistim tertutup. Sebab dengan sistim itu akan membuat politisi menjadi tidak siap untuk berkompetisi dengan gentelman atau bersaing sehat.
“Memilih figure itu harus secara langsung. Bukan malah mendelegasikan hak memilihnya kepada partai politik. Itu namanya demokrasi pura-pura,”tegasnya.
Farida juga menampik jika ada yang menyebut bahwa dengan sistem terbuka maka akan membuat money politic semakin kencang.
Menurutnya yang membedakan hanya sedikit. Kemudian seolah-olah dengan sistem terbuka maka figur calon membayar masyarakat agar memilih dirinya.
“Coba lihat, buktinya ada tukang becak atau tukang gojek yang jadi caleg terpilih. Ini contoh bahwa yang tidak terlalu banyak uang malah terpilih,”tegasnya.
Karena itu Farida berharap Pemerintah tetap konsisten dengan tujuan akhir dari amanah konstitusi yang menyebutkan kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat, bukan di tangan pengurus partai politik,tandasnya.(Sur/OR1)