Jasad bayi di dalam plastik kuning yang dibawa oleh wanita diduga ODGJ, Rabu (6/8/2025).
kontenkalteng.com,Palangka Raya-Kawasan Pasar Besar Palangka Raya mendadak heboh setelah seorang perempuan diduga mengalami gangguan kejiwaan kedapatan membawa jasad bayi dalam kantong plastik, pada Rabu (6/8/2025) malam sekitar pukul 23.00 WIB.
Baca juga: Seorang Wanita Ditemukan Tewas di Barak di Palangka Raya
Kejadian tersebut tepatnya terjadi di sekitar Kantor Cabang Bank BRI Jalan Sumatera, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya.
Bayi yang telah meninggal dunia dan mengeluarkan bau busuk itu pertama kali dicurigai oleh seorang pengemudi ojek online bersama penumpangnya.
Mereka melihat gelagat mencurigakan dari perempuan tersebut yang mondar-mandir di sekitar lokasi.
“Saya sedang melayani pembeli pentol ketika seorang driver ojek online dan penumpangnya menghampiri saya. Mereka mencurigai perempuan itu dan saya sarankan agar melapor ke satpam Bank BRI,” ujar Gilang, salah seorang pedagang di sekitar lokasi tersebut.
Tak lama setelah laporan disampaikan ke pihak keamanan, warga sekitar dibuat syok setelah diketahui bahwa kantong plastik berwarna kuning yang dibawa perempuan itu ternyata berisi jasad bayi.
Bau busuk menyengat tercium dari dalam plastik, dan kondisi tubuh bayi telah membusuk serta menghitam.
“Saya dengar setelah diamankan, katanya memang ada jasad bayi di dalam kantong itu. Ibu itu juga sering terlihat mondar-mandir di sekitar sini. Warga mengenalnya sebagai tunawisma yang memang agak terganggu secara kejiwaan,” tambahnya.
Mendapatkan laporan dari masyarakat, petugas dari Polsek Pahandut bersama Tim Inafis Polresta Palangka Raya segera turun ke lokasi untuk menindaklanjuti temuan tersebut.
"Perempuan ini langsung kami amankan ke Mapolsek Pahandut untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Dugaan awal, yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan dan hidup sebagai tunawisma. Saat ini kami masih mendalami peristiwa ini," jelas Kapolsek Pahandut, Kompol Volvy Apriana.
Sementara itu, jasad bayi yang ditemukan dalam kantong plastik dievakuasi oleh Tim Emergency Response Palangka Raya ke ruang Kamboja RSUD dr. Doris Sylvanus.
Jenazah bayi tersebut akan menjalani pemeriksaan forensik (visum et repertum) guna memastikan penyebab kematian dan waktu kematiannya.(OR1)