Ilustrasi kecelakaan lalulintas (kontenkalteng.com)
kontenkalteng.com, Palangka Raya-Secara resmi Operasi Telabang 2025 yang berlangsung kurang lebih selama 17 hari (23/3-8/4) tu secara resmi telah dinyatakn berakhir, beberapa waktu lalu.
Baca juga: Operasi Operasi Lilin Telabang 2022 di Kalteng: 20 Kecelakaan lalulintas 6 Meninggal Dunia
Dari cacatan Kalteng, terjadinya peningkatan angka kecelakaan lalu lintas dibandingkan pelaksanaan tahun sebelumnya, terutama di Palangka Raya.
"Selama Operasi Ketupat Telabang 2025 tercatat sebanyak 31 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari jumlah tersebut, 9 orang meninggal dunia, 8 mengalami luka berat, dan 26 lainnya luka ringan. Kerugian material yang ditimbulkan mencapai Rp138.450.000," jelas Kepala Bidang Humas Polda Kalteng, Kombes Pol. Erlan Munaji, Jumat (11/4/2025).
Jika dibandingkan dengan Operasi Ketupat Telabang 2024, terdapat peningkatan sebanyak 4 kasus. Tahun lalu, jumlah kecelakaan sebanyak 27 kasus dengan korban meninggal dunia 8 orang, luka berat 2 orang, luka ringan 31 orang, dan kerugian material mencapai Rp57.600.000.
Berdasarkan data analisis dan evaluasi (Anev) kecelakaan lalu lintas selama operasi, Kota Palangka Raya menjadi wilayah dengan jumlah kasus tertinggi, yakni 10 kasus.
Disusul Kotawaringin Timur 7 kasus, Pulang Pisau 4 kasus, Barito Timur, Kapuas, Murung Raya, dan Kotawaringin Barat masing-masing 2 kasus, serta Barito Selatan dan Seruyan masing-masing 1 kasus.
"Total keseluruhan kasus kecelakaan lalu lintas selama operasi sebanyak 31 kasus," tegas Erlan.
Meski angka kecelakaan meningkat, Polda Kalteng tetap menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh jajaran, mitra kerja, dan elemen masyarakat yang telah berpartisipasi aktif dalam menyukseskan Operasi Ketupat Telabang 2025.
"Kapolda Kalteng menyampaikan terima kasih atas dukungan seluruh pihak. Kami tetap berkomitmen menjaga situasi Kalteng yang aman, tertib, dan kondusif pasca Lebaran," pungkasnya.(OR1)