Rumah yang dibakar oleh anak pemilik rumah di Desa Hanjalipan. (Foto:Ist)
Kontenkalteng.com, Sampit – Suasana Desa Hanjalipan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur, mendadak mencekam pada Minggu (3/5/2026) petang ketika sebuah rumah tiba-tiba dilalap api. Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 18.30 WIB itu diduga dipicu ulah anak pemilik rumah yang berstatus Orang Dalam Gangguan Jiwa (ODGJ).
Baca juga: Gegara Keinginannya Miliki Motor Tertunda, Anak Ancam Bakar Rumah Orang Tuanya
Warga yang melihat kobaran api sontak berbondong-bondong datang ke lokasi dan berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya. Upaya itu dilakukan untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain di sekitar rumah tersebut.
“Saya dapat informasi bahwa rumah itu dibakar oleh anak si pemilik rumah yang memang sedang mengalami gangguan jiwa. Sebelumnya, ia sempat mengamuk dan mengancam akan membakar rumah,” ungkap seorang warga setempat yang enggan disebutkan namanya, Senin (4/5/2026).
Warga tersebut menuturkan, terduga pelaku berinisial S bukan pertama kali menunjukkan perilaku agresif. Pada 22 Januari 2026, S sempat menganiaya ayahnya di depan rumah yang sama. Aksi tersebut terekam warga, hingga akhirnya S diamankan polisi dan mendapatkan perawatan di RSUD dr Murjani Sampit.
“Pernah menganiaya ayahnya dan mendapat perawatan di rumah sakit. Mungkin penyakitnya kambuh sehingga nekat membakar rumahnya,” tambah warga itu.
Kapolsek Kota Besi, Ipda Nor Ikhsan, membenarkan bahwa terduga pelaku pembakaran telah diamankan polisi dan kini dalam proses penyelidikan lebih lanjut.
“Terduga pelaku sudah diamankan, dan kami masih melakukan penanganan serta penyelidikan lebih lanjut. Kami juga akan berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa setempat,” ujarnya.
Saat ini, polisi masih memeriksa saksi-saksi untuk mengumpulkan keterangan yang lebih lengkap terkait peristiwa tersebut. Hasil penyidikan diharapkan bisa mengungkap secara terang benderang motif dan kronologi kejadian, sekaligus menjadi dasar langkah penegakan hukum dan perlindungan warga.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat pentingnya perhatian serius terhadap penanganan warga dengan gangguan jiwa, serta kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi situasi darurat serupa di lingkungan mereka.
Penulis: Deviana
Editor : Gunawan