September 2022, di Kota Palangkaraya Terjadi inflasi Sebesar 1,05 persen

Aktivitas jual beli warga di Pasar kahayan Palangkaraya (kontenkalteng.com)

Berdasarkan hasil pemantauan BPS pada September 2022 di Kota Palangkaraya,Kalteng,  terjadi inflasi sebesar 1,05 persen atau terjadi peningkatan IHK dari 113,26 pada Agustus 2022 menjadi 114,45 pada September 2022.

Baca juga: Gubernur Pimpin Rakor Penanggulangan Karhutla, Pengendalian Inflasi dan Ketahanan Pangan di Wilayah Provinsi Kalteng

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah, Eko Marsoro mengatakan, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjadi pemicu lonjakan inflasi di sejumlah daerah. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengantisipasi lonjakan inflasi saat ini.

“Ada faktor BBM dalam kenaikan harga bahan kebutuhan pokok sekarang ini. Tidak sedikit pengaruh ketika BBM naik. Dampaknya pasti akan sangat berpengaruh terhadap banyak hal, salah satunya bahan kebutuhan pokok masyarakat,” kata Eko dalam rilisnya, (6/10/2022), di Palangka Raya.

Berdasarkan data lanjut dia, maka sebagian besar kabupaten dan kota sedang dilanda lonjakan inflasi akibat kenaikan BBM tersebut. Termasuk Kotawaringin Timur dan Palangka Raya yang menjadi kabupaten/kota sampel di Kalimantan Tengah.

“Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga dan memberikan andil inflasi di Kota Palangka Raya pada September 2022 antara lain bensin, beras, pasir, bahan bakar rumah tangga, kacang panjang, pisang, mie kering instan, angkutan antar kota, tarif kendaraan travel, dan daging ayam ras,” ungkapnya.

Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga dan memperlambat laju inflasi antara lain : angkutan udara, bawang merah, tomat, semangka, minyak goreng, ikan gabus, cabai rawit, telepon seluler, gula pasir, dan tahu mentah (OR2)