Dr.Ir. Rawing Rambang, MP, Ketua Lembaga Minyak Pambelum / Bacaleg PAN Dapil 2 DPRD Kalteng,
kontenkalteng.com, Palangka Raya- Hingga saat ini kelapa sawit masih menjadi andalan untuk meningkatkan pembangunan ekonomi di Provinsi Kalteng.
Baca juga: 'Kelapa Sawit Yang Pembawa Berkah’
Bahkan dari data Bank Indonesia (BI) Kalteng, pada Bulan Mei 2021, secara nasional, ekspor produk kelapa sawit mencapai US$ 3,06 miliar atau Rp 44,41 triliun.
Sementara dalam PDRB Kalteng, kontribusi kelapa sawit pada Tahun 2020 mencapai 13,98%, industri makanan dan minuman (mayoritas CPO) 13,27%, sehingga total kontribusi mencapai 27,23%.
Menurut Dr.Ir. Rawing Rambang, MP, Ketua Lembaga Minyak Pambelum yang juga Bacaleg PAN Dapil 2 DPRD Kalteng, kondisi ini menggambarkan betapa perkebunan kelapa sawit selain menjadi andalan untuk peningkatan ekonomi di Kalteng, tapi juga untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Di Kalteng jumlah tenaga kerja yang terserap di perkebunan kelapa sawit mencapai 355.740 orang. Bahkan hampir 3 tahun pandemi Covid 19 dan ditengah badai PHK, tak ada satu perusahaan perkebunan kelapa sawit yang melakukan PHK, "terangnya.
Rawing Rambang mengungkapkan, komuditas perkebunan adalah komuditas strategis dan merupakan sumber devisa eksport, penyedia lapangan kerja dan peningkatan pendapatan petani.
"Bagi Kalteng, perkebunan kelapa sawit merupakan komuditas yang sangat mempengaruhi perekonomian masyarakat," tegasnya.
Diakui mantan kepala dinas perkebunan Kalteng itu, saat ini yang masih menjadi kendala yakni belum selesainya Rencana Tata Ruang Wilayah Provinsi (RTRWP) Kalteng.
"Kondisi ini membuat kita kesulitan untuk mengembangkan sektor ini menjadi besar. Saya berharap semoga ini bisa cepat selesai, " Pungkasnya. (Dhan-OR2)