Rakor Pengendalian Inflasi secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Utama Kantor Gubernur Kalteng, Senin (5/2/2024).
kontenkalteng.com, Palangka Raya-Staf Ahli (Sahli) Gubernur Kalteng Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Yuas Elko mengatakan hingga januari 2024, angka inflasi di Kalteng berada diurutan ke-8 nasional.
Baca juga: Pemprov Kalteng Berharap inflasi Tetap Terkendali dengan Target 2,50%
"inflasi di Kalteng pada bulan Januari 2024 naik, berada di urutan kedelapan nasional. “Inflasi kita 3,81% (y-o-y), dan hampir seluruh Indonesia inflasinya juga naik,” ucapnya saat Rakor Pengendalian Inflasi secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Utama Kantor Gubernur Kalteng, Senin (5/2/2024). Rakor dipimpin oleh Irjen Kemendagri Tomsi Tohir.
Yuas berharap di minggu kedua Februari 2024 nanti inflasi Kalteng bisa turun. “Kita harapkan inflasi kita bisa turun perlahan di bulan-bulan mendatang, tandasnya.
Sementara itu Irjen Kemendagri Tomsi Tohir mengatakan, pada bulan Januari 2024, masih banyak daerah yang inflasinya di atas rata-rata nasional 2,57%, yakni Papua Tengah, Papua Selatan, Gorontalo, Maluku Utara, Maluku, Papua, Sulawesi Utara, Kalteng, Kepulauan Riau, dan Sumatera Selatan. “Namun masih ada juga daerah yang di bawah angka rata-rata inflasi nasional. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh Kepala Daerah yang bisa mempertahankan inflasinya sampai saat ini, ujarnya.
Ia berpesan kepada Kepala Daerah yang angka inflasi di daerahnya masih di atas rata-rata nasional agar mencari penyebab permasalahan yang terjadi dan mengambil langkah-langkah maksimal untuk mengatasinya.
“Komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga pada minggu keempat Januari adalah bawang putih, bawang merah, dan daging ayam ras. Sedangkan komoditas pangan yang mengalami kenaikan harga pada minggu pertama Februari ada minyak goreng, beras, dan cabai merah,” ungkapnya.(Yanti-OR1)