Anggota DLH Palangka Raya saat memeriksa sumur bor (Dok. MMC Palangka Raya)
PALANGKA RAYA - Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) puncak kemarau Provinsi Kalteng terjadi pada bulan ini (Agustus) walaupun telah memperkirakan kemarau tahun ini adalah kemarau basah.
Baca juga: Minimnya Sumber Air dan Sumur Bor Jadi kendala Serius Pemadaman Karhutla di Palangka Raya
Untuk mengantisipasi hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya bersama tim gabungan TSAK Kelurahan mulai melakukan persiapan dan bersiaga. Terutama mengecek kondisi infrastruktur pembasahan lahan dengan memeriksa sumur bor menyambut musim kemarau.
“Ancaman kebakaran lahan itu selalu ada, terlebih pihak BMKG sudah memperkirakannya juga. Oleh sebab itu, perlu kesiapsiagaan dengan melakukan pengecekan infrastruktur seperti pengecekan kondisi sumur bor. Hal ini dilakukan untuk memastikan jika terjadi kebakaran, maka infrastruktur dimaksud berfungsi,” kata Zaini, Jumat (12/8).
Lebih lanjut, Zaini menyebutkan bahwa sumur bor yang dibangun di wilayah Kota Palangka Raya ini adalah infrastruktur yang merupakan aset Pemerintah Provinsi dan Lembaga lainnya.
Sehingga diupayakan kondisi maupun pemeliharaannya selalu berfungsi optimal. Sehingga diharapkan keberfungsiannya sebagai infrastruktur dalam pemadaman kebakaran dan pembasahan lahan dapat optimal, ujarnya.
“Oleh sebab itu saya mengimbau adanya peran dari masyarakat di sekitar lokasi sumur bor, adanya rasa kepedulian menjaga, merawat serta memiliharanya dan lebih penting lagi untuk menjadikan masyarakat merasa memiliki,” tuturnya.(OR1)