Dinkes Prov. Kalteng Gelar Pertemuan Penyajian Data SDMK dan Rencana Kebutuhan Nakes

Kabid SDK saat membacakan sambutan Kadis Kesehatan sekaligus membuka kegiatan

Kontenkalteng - Palangka Raya - Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Tengah (Dinkes Prov. Kalteng) menggelar Pertemuan Penyajian Data Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) dan Rencana Kebutuhan Tenaga Kesehatan di Kalimantan Tengah tahun 2024, bertempat di Aquarius Boutique Hotel Palangka Raya, Rabu (14/8/2024).

Baca juga: Bappedalitbang Kalteng Gelar Pertemuan Awal Pemantapam Penyelengaraan Satu Data Indonesia

Dalam sambutannya, Kepala Bidang SDK Damar Pramusinta mewakili Kepala Dinas Kesehatan mengatakan bahwa kegiatan ini dimaksudkan untuk mendukung pengelolaan dan penyajian data dan informasi Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK).

“Dengan metode pengelolaan data dan informasi yang akurat dan handal tentang SDMK di Wilayah Kalimantan Tengah, para pemangku kebijakan diharapkan dapat mengambil keputusan yang bijak berbasis data yang akurat untuk memenuhi kebutuhan SDMK di wilayah Kalimantan Tengah, sehingga pelayanan kesehatan untuk masyarakat dapat terlaksana semakin baik dari hari ke hari,” ungkapnya.

Disampaikan pula, data dan Informasi tentang SDMK yang bersumber dari Fasilitas Kesehatan, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, RSUD dan Puskesmas se-Kalimantan Tengah, harus dikelola melalui Sistem Informasi SDM Kesehatan (SISDMK) yang terintegrasi, sehingga dapat dimanfaatkan untuk memberikan gambaran secara real SDMK di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah.

Ia menambahkan, pada pertemuan ini juga diharapkan 14 Kabupaten/Kota dapat menyiapkan dokumen deskripsi data SDMK wilayah Kabupaten/Kota, yang selanjutnya akan dijadikan masukan terhadap bagaimana bentuk penyajian data SDMK yang mudah diakses, mudah dimengerti dan mudah dipahami dalam penyajiannya untuk Provinsi maupun Nasional.

"Pertemuan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota, Rumah Sakit dan Puskesmas juga bermaksud untuk menyamakan persepsi, membandingkan data, menyelesaikan perbedaan-perbedaan tentang jumlah, kebutuhan dan perencanaan tenaga kesehatan yang ada di kabupaten/kota. Sehingga, diperoleh data lengkap, akurat dan terkini yang berasal dari berbagai unit/fasilitas pelayanan kesehatan, baik milik pemerintah atau swasta," tutupnya. (Sur/OR1)