Kabid. Lohsar saat pimpin Rapat Penetapan Harga TBS Kelapa Sawit
kontenkalteng.com , Palangka Raya – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perkebunan Prov. Kalteng menggelar rapat Penetapan Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit Produksi Pekebun, untuk menetapkan harga dan menghitung indeks K periode I bulan April 2024, bertempat di Aula Dinas Perkebunan Prov. Kalteng, Jumat (19/4/2024).
Baca juga: Harga TBS Kalteng Bulan Juli Masih Rendah
Dalam industri minyak kelapa sawit, perhitungan Indeks Kinerja (Indeks K) adalah faktor utama dalam menilai keberhasilan suatu perusahaan. Indeks K ini terdiri dari beberapa komponen penting yang mencerminkan aspek-aspek vital dalam produksi dan distribusi minyak kelapa sawit.
Sesuai Peraturan Gubernur Kalimantan Tengah No. 64 Tahun 2023 tanggal 29 Desember 2023 tentang Perubahan atas Peraturan Gubernur Kalteng No. 64 Tahun 2020 Tentang Pedoman Penetapan Indeks K dan Penetapan Harga Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun Kalimantan Tengah, maka Tim Penetapan Harga melakukan Rapat Penetapan Pembelian TBS Kelapa Sawit Produksi Pekebun berdasarkan data-data yang telah disampaikan oleh perusahaan-perusahaan yang telah ditetapkan sebagai sumber data.
Menurut Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan (Lohsar) Achmad Sugianor saat memimpin rapat mengatakan, bahwa penetapan Indeks K tersebut dilakukan berdasarkan harga penjualan, biaya pengolahan dan pemasaran minyak sawit kasar (CPO) dan Inti Sawit (PK) serta biaya penyusutan.
Dijelaskannya pula, setelah adanya kenaikan harga minyak sawit (CPO) pada perhitungan harga periode II bulan Maret 2024 yang lalu, harga CPO Kalimantan Tengah pada periode I bulan April 2024 kembali bergerak naik sebesar Rp190,85. Sedangkan untuk harga TBS pada umur tanaman 10 – 20 tahun juga naik sebesar Rp80,95,-.
“Harga yang telah ditetapkan ini merupakan harga pembelian tandan buah segar (TBS) produksi pekebun, berlaku untuk pembayaran tanggal 1 s.d. 15 April 2024, dan diharapkan bisa menjadi patokan untuk pembayaran yang wajar bagi pekebun mitra kita,” kata Kabid Lohsar.(Sur/OR1)